Masuk Bursa Ketua DPD, Ginandjar Merasa Tak Ada Beban Orba
Selasa, 28 Sep 2004 12:27 WIB
Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih dari Jawa Barat Ginandjar Kartasasmita mengaku siap meramaikan bursa calon Ketua DPD periode 2004-2009. Ginandjar merasa tidak beban sejarah Orde Baru."Itu kan situasi dalam sejarah. Dan anggota DPD ini kan langsung dipilih oleh rakyat, dan rakyat menilai saya tidak ada masalah," ujar pemegang beberapa jabatan menteri di era Soeharto ini menanggapi wacana agar Ketua DPD tidak terkait Orba.Ginandjar, dalam jumpa pers di kediamannya di Jalan Widya Chandra V/26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2004), juga mengklaim telah mengantongi dukungan dari hampir seluruh perwakilan DPD se-Indonesia."Kalau perwakilan setiap provinsi, itu ada. Tapi kalau soal jumlahnya saya tidak mau bicara sekarang. Yang jelas kalau tidak ada peluang saya tidak mungkin mengajukan diri sebagai calon," kata mantan Menteri Pertambangan dan Energi ini.Ginandjar kemudian mempertanyakan pihak-pihak yang mempermasalahkan keterkaitannya dengan Orba. "Siapa yang berhak menilai ada masalah? Kalau 1,9 juta telah menilai saya tidak memiliki masalah. Saya pikir tidak ada yang bisa membatasi hak politik seseorang."Sementara soal dugaan keterlibatannya dalam kasus kasus korupsi dalam pembangunan kilang minyak Balongan yang disidik Kejagung sejak 2000, Ginandjar mengaku tidak ada masalah. "Kasus itu sudah tuntas. Saya dinilai tidak ada bukti-bukti keterlibatan. Dan saya sudah diproses untuk dimintai keterangan."Ia juga menilai kasus tersebut lebih bernuansa politis. Kasus itu terjadi pada masa pemerintahan di mana ada suatu target operasi bagi orang-orang yang tidak cocok dengan pemerintah. "Dan itu bukan saya saja, tapi juga ada Pak Amien Rais, dan Arifin Panigoro. Dan saat itu yang terjadi bukan penegakkan hukum, tapi hukum ditegakkan untuk kepentingan politik," katanya tanpa menjelaskan apa kasus yang menimpa Amien Rais atau Arifin Panigoro.Selanjutnya Ginandjar menyatakan kesiapannya untuk mundur jika ditemukan bukti-bukti baru tentang keterlibatannya dalam kasus Balongan. "Kalau ada bukti nanti, pada saat itu juga, saya mundur dari DPD. Karena saya tidak akan membuat malu dan merendahkan martabat DPD dan 1,9 juta rakyat yang sudah memilih saya," demikian Ginandjar Kartasasmita.
(gtp/)











































