"Memang ada kesalahan pemasangan," kata Dishub Depok, Arie, kepada detikcom, Kamis (24/1/2013).
Menurut Arie, rambu tersebut merupakan satu paket pemasangan dengan pengerjaan separator jalur lambat. Untuk tidak membuat bingung pengendara, pihaknya pun sudah menutup rambu tersebut dengan karton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan evaluasi segera, kemarin sudah tertutup, tetapi karena hujan deras, terbuka kembali," jelasnya.
Pantauan detikcom, Rabu (23/1/213), separator yang dipasang sejak Kampus BSI ini memang sengaja dibuat putus-putus. Gunanya kendaraan dari jalur cepat bisa pindah ke jalur lambat atau sebaliknya.
Nah, rambu-rambu yang terpasang dalam dalam jarak kurang dari 200 meter di sepanjang separator ini justru membuat keder pengemudi. Bagaimana tidak, ada rambu yang melarang pengendara untuk masuk jalur lambat. Namun beberapa meter kemudian, ada juga rambu larangan masuk jalur cepat.
Padahal dibuat sebuah jalur yang memungkinkan mobil atau motor bisa berpindah jalur. Parahnya lagi, rambu-rambu ini ada sekitar enam buah.
(mok/mok)










































