Jelang Debat Pilpres
Bush dan Kerry Saling Serang
Selasa, 28 Sep 2004 09:05 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush dan rivalnya John Kerry saling serang soal Irak. Bush meledek Kerry yang seolah 'menjaga jarak' dalam menyikapi kasus Irak. Sementara, Kerry menuduh Bush telah membohongi publik. Aksi saling lempar tuduhan itu terjadi menjelang debat kampanye presiden pertama yang akan berlangsung di Coral Gables, Florida, Kamis (30/9/2004). Irak menjadi topik debat persoalan luar negeri yang hangat. "Dia (Kerry) mengusulkan mengirimkan pasukan ke Irak namun kemudian tidak mengusulkan dana untuk pasukan," ujar Bush di depan pedukungnya di Ohio. "Dia juga mengeluh bahwa kami tidak memberikan uang yang cukup untuk restrukturisasi di Irak. Sekarang dia mengatakan kami menghabiskan uang terlalu banyak. Dia mengatakan pemberangkatan pasukan ke Irak adalah keputusan yang benar, sekarang dia menyebutnya sebagai perang yang salah," katanya. Serangan itu dibalas Kerry. "Ketika tentara AS berada di jalan yang berbahaya, warga AS tidak menginginkan lelucon dan khayalan dari presiden mereka. Mereka meninginkan kebenaran," tandasnya. Selama 2 pekan terakhir, Kerry rajin mengkritik kebijakan Bush soal Irak. Dia menyebut Bush "hidup di bumi khayalan" karena sering mengambarkan sesuatu yang indah tentang Irak. Padahal, jumlah korban terus bertambah.
(rif/)











































