Dilanda Prahara Internal, Kongres NasDem Harus Jadi Ajang Konsolidasi

Dilanda Prahara Internal, Kongres NasDem Harus Jadi Ajang Konsolidasi

- detikNews
Rabu, 23 Jan 2013 12:07 WIB
Jakarta - Partai NasDem dihadapkan perpecahan internal menyusul pengunduran diri Hary Tanoesoedibjo dan pengurus inti lain. Maka untuk menuntaskan prahara itu, kongres yang akan digelar harus membangun kepercayaan antar kader.

"Yang perlu dilakukan saat ini adalah konsolidasi internal dan secepatnya kembali membangun partai sebagai pilar demokrasi, ya berarti membangun trust," kata pengamat politik LIPI, Prof Siti Zuhro, kepada detikcom, Rabu (23/1/2013).

"Rasa percaya dan saling menghormati itu yang menurut saya harus cepat untuk recovery supaya tidak semakin melebar dan meluas distrust di internal partai, karena sudah terlanjur ada friksi," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Siti, Nasdem sebagai partai baru seharusnya bisa menjadi solusi terhadap permasalahan yang dialami partai-partai secara umum yaitu distrust dan konflik internal. Di tengah jatuhnya citra partai yang ada, NasDem sebenarnya bisa menjadi alternatif kepercayaan publik.

Ia menilai konsolidasi bisa dibangun melalui Kongres yang akan digelar pada akhir Januari ini, termasuk soliditas pengukuhan Surya Paloh sebagai ketua umum.

"Dan kita melihat memang bahwa manajemen pengelokaan konflik yang tidak menemukan jalan keluar, sehingga yang terjadi endingnya justru mendirikan partai baru," ucapnya.

Ia menuturkan, ke depan membangun partai maka harus sungguh-sungguh membangun pilar demokrasi, perilaku elit partai harus mencerminkan demokrasi bukan rebutan pepesan kosong jelang Pemilu 2014.

"Ini yang jadi image publik terhadap parai Nasdem mulai melemah. Mestinya Nasdem paling tidak bisa menjawab permasalahan yang dihadapi partai yang ada di Indonesia dimana korupsi, konflik, dan rekrutmen tidak dilakukan secara seksama," kata Siti.

"Kan kesannya NasDem sangat pro terhadap restorasi, tapi apa yang dibangun itu rasanya dibatalkan secara sepihak. Bagaimana mengelola negara ketika mengelola internal seperti itu? Apa yang terjadi di partai itu kan test terhadap kemungkinan ketika mengelola negara," imbuhnya.

(bal/lh)


Berita Terkait