"Hampir semua titik dijaga polisi. TNI juga turun," kata penanggung jawab perawat RSUD Sumbawa Besar, Suratman, kepada detikcom, Rabu (23/1/2013).
Suratman menyebut, tidak tampak patroli polisi maupun TNI. Para personel stand by di titiknya masing-masing. Mereka berada di titik-titik vital seperti rumah sakit, kantor, dan pertokoan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasi memang normal, dalam arti tidak ada lagi kerusuhan. Tapi aktivitas warga belum normal," katanya.
Suratman menjelaskan, puluhan pasien yang sempat diungsikan ke bandara sudah dikembalikan ke RSUD. RS juga sudah mulai beroperasi.
Kerusuhan terjadi sekitar 13.00 Wita, Selasa (22/1/2013). Kejadian itu dipicu kecelakaan lalu lintas yang kemudian menjadi isu liar karena muncul dugaan perkosaan. Massa dan mahasiswa berunjuk rasa ke kantor polisi mengenai hal tersebut. Terjadi pengumpulan massa usai unjuk rasa. Lalu massa merusak mobil, membakar rumah dan toko, dan lain-lain.
(trw/nrl)











































