"Saya kira partai besar, tiga besar lah. Karena ini soal pragmatis, dia merasa kalau partai menengah nggak terlalu ngangkat," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Sujito kepada detikcom, Rabu (23/1/2013).
HT memang menjadi komoditi panas di dunia politik setelah keluar dari NasDem. Status sebagai bos media dan financial yang kuat menjadi daya tarik tersendiri. Partai politik dikabarkan berlomba-lomba untuk memikat HT.
"Tinggal bagaimana partai-partai itu berdiplomasi dengan cara yang tepat. Bagaimanapun, modal Hary memang besar. Dia pasti akan menjajaki partai mana yang cocok untuknya," tutur Ari.
Ari meyakini HT tak akan jauh-jauh dari dunia politik. Investasi politik yang sudah dilakukannya selama di NasDem diyakini tak akan disia-siakannya begitu saja dengan mundur dari politik. "Dia sudah terlanjur investasi, nggak akan berhenti secepat ini," ujar Ari.
NasDem juga diyakini butuh waktu untuk memulihkan diri pasca pengunduran diri HT. Kongres yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada 25 dan 26 Januari diyakini bisa menjadi langkah awal bagi NasDem untuk melangkah tanpa HT.
"Ujian bagi NasDem ini berat. Recovery pasca Hary butuh waktu ya," imbuhnya.
(/tor)











































