"Saya agak terperanjat, KY memberikan rekomendasi yang sangat keras. Dalam pandangan saya, ini terlalu keras," kata Priyo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2013).
Menurut politisi Partai Golkar ini, Daming menyatakan kelakar tentang pemerkosaan karena keseleo lidah. Kepastian tidak lolosnya Daming dalam fit and proper test Calon Hakim Agung sudah merupakan hukuman berat bagi orang yang keseleo lidah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait proses fit and proper test Calon Hakim Agung, Priyo menyatakan sebagian besar calon memenuhi kriteria hakim agung.
"Hari Rabu (23/1) besok dijadwalkan untuk mengambil keputusan calon yang lolos atau tidak lolos. Pantauan saya ada 80 persen yang memang sudah sangat pantas dipilih menjadi hakim agung," pungkas Priyo.
Seperti diketahui, Daming membuat lelucon di DPR dengan menyebut 'yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati'. Ironisnya, anggota DPR yang mendengarnya turut menyumbang tawa. Atas hal ini Daming mendapat banyak kritik, demikian juga legislator yang menyeleksinya. Namun dengan terbuka Daming telah meminta maaf.
"Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, dari lubuk yang paling dalam. Saya menyadari kata-kata itu tidak pantas diucapkan oleh siapa pun, termasuk calon hakim agung. Saya sungguh sangat menyesal," kata Daming kepada detikcom di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.
(rmd/rmd)











































