Wush! 5 Armada Anyar Hingga Darurat yang Dijajal Jokowi

Wush! 5 Armada Anyar Hingga Darurat yang Dijajal Jokowi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 22 Jan 2013 15:01 WIB
Wush! 5 Armada Anyar Hingga Darurat yang Dijajal Jokowi
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) turun-naik aneka kendaraan saat terjun bekerja di lapangan. Ia menjajal mulai dari angkutan paling gres yang baru diluncurkan hingga moda transportasi darurat.

Terbaru, Jokowi menjajal Kopaja AC saat meresmikan e-ticketing untuk bus TransJ. Kopaja bertarif Rp 5.000 ini sedang diuji coba masuk busway.

Tidak hanya kendaraan anyar, Jokowi tidak segan-segan naik ke kendaraan yang paling sederhana sekali pun demi menembus medan 'berbahaya'. Misalnya saat menerjang banjir dahsyat di Jl MH Thamrin pekan lalu, ia menumpang gerobak dorong. Serunya!

Berikut 5 momen Jokowi mencoba kendaraan 'istimewa' ini:

1. Luncurkan e-Ticket, Jajal Bus Kopaja AC

E-ticketing bus TransJ dan integrasi Kopaja ke busway resmi diluncurkan. Gubernur DKI Joko Widodo menjajal Kopaja AC P-20 Senen-Lebak Bulus yang masuk jalur bus Transjakarta (TransJ).

Jokowi naik dari halte Monas hingga halte di dekat kantornya, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (22/1/2013).

Jokowi menyebut ada 40 Kopaja AC P-20 yang masuk jalur busway koridor VI. Pada Maret mendatang akan ditambah 60 unit Kopaja AC lagi.

2. Cek Pompa Ngadat, Naik Kapal Laut

Jokowi naik kapal laut menuju Waduk Pluit untuk mengecek pompa  rusak yang tidak bisa menyedot banjir di Pluit.

"Ini kita ke Waduk Pluit mau ngecek pompa, pompanya macet," ujar Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/3/2013). Dari Balai Kota, Jokowi meluncur ke pelabuhan Tanjung Priok dan berangkat sekitar pukul 16.20 WIB.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, perjalanan dari Tanjung Priok ke Waduk Pluit akan memakan waktu sekitar 1 jam. Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu banyak bertanya-tanya pada petugas di atas kapal.

3. Susuri Banjir, Perahu Karet

Jokowi meninjau lokasi dan korban banjir di Jakarta dengan menggunakan perahu karet. Ia bahkan menggelar 'rapat' dengan jajarannya membahas penanganan banjir di atas perahu tersebut.

Terbaru, Jokowi mengajak sang istri Iriana berkeliling ke kantong-kantong wilayah di Pluit yang diterjang banjir dahsyat pada Sabtu 19 Januari 2013.

Ia sudah mempersiapkan skenario menangani banjir yang diprediksi lebih parah lagi. Jokowi berharap semua jajaran Pemprov DKI mempersiapkan dengan baik. Masyarakat juga diminta mau dievakuasi dalam kondisi darurat. "Kita imbau, kalau tidak mau ya sulit," katanya.

4. Terobos Banjir Pakai Gerobak Dorong

Jokowi dihadang banjir setinggi pinggang orang dewasa saat meninjau banjir di kawasan MH Thamrin.

Jokowi awalnya hendak menembus banjir, tetapi warga yang membawa gerobak menawarkan tumpangan. "Ayo Pak naik gerobak. Kita antar ke HI," kata seorang warga ke Jokowi pada Kamis (17/1/2013).

"Emang bisa. Aman nggak?" tanya Jokowi.

"Aman, Pak," jawab warga itu.

Tak lama Jokowi pun naik gerobak. Seorang ajudan ikut naik di gerobak itu. Seorang warga dan beberapa lainnya membawa gerobak.

5. Tinjau New Tanjung Priok, Naik Kapal Motor

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono mengajak Jokowi dan istrinya Iriana untuk naik kapal motor ke Tanjung Priok. Bambang ingin menunjukkan Jokowi proyek pembangunan peti kemas di pelabuhan Kalibaru.

"Saya mau membawa Beliau ke Tanjung Priok dari sisi laut. Karena kita akan mengembangkan pelabuhan Kalibaru yang akan segera di- ground breaking dalam waktu dekat," ujar Bambang di Kamal Muara, Jakarta Utara, Sabtu (12/1/2013).

Menurut Bambang, sudah merupakan tugasnya untuk menjelaskan pada Jokowi terkait proyek tersebut. Apalagi Pelabuhan Kalibaru yang berada di Tanjung Priok merupakan wilayah Jokowi.

"Karena Tanjung Priok ini adalah pelabuhannya Beliau," kata Bambang.

Bambang dan Jokowi beserta istri masing-masing naik ke kapal motor untuk naik ke kapal Patroli KM P-348. Bertindak sebagai nakhoda yakni Ni Putu Cahyani Negara. Jokowi berharap pelabuhan tersebut lebih baik dari Singapura.

Proyek Pelabuhan Peti Kemas Kalibaru ditargetkan harus sudah mulai beroperasi untuk satu terminal kontainer pada 2014 mendatang. Pemerintah telah menunjuk PT Pelindo II untuk menggarap proyek yang nilai investasinya Rp 11,75 triliun tersebut. Direktur Utama Pelindo II RJ Lino menyebut, Pelabuhan Kalibaru akan bernama New Tanjung Priok.
Halaman 2 dari 6
(aan/nrl)


Berita Terkait