"Ada 1.193 pasien sejak hari Sabtu (19/1). Mereka mengeluhkan gatal-gatal disekujur tubuh, atau kulitnya memerah. Kebanyakan korban banjir menderita batuk, pilek, diare dan juga ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas)," kata Sersan Kepala Putu Edi Sutawijaya dari Yonkes Kostrad, di Posko Bantuan Pluit, Jalan Pluit Indah, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (22/1/2013).
Namun Edi belum menemukan korban banjir yang mengeluhkan penyakit leptospirosis. Jika ada warga mengidap penyakit yang disebabkan kencing tikus tersebut, maka akan dilarikan ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan penyakit korban banjir juga masih bermunculan hingga saat ini. Relawan juga mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya namun belum ada yang sampai tumbang.
"Banyak yang minta dirawat juga, tapi tidak kami data. Biasa hanya pusing-pusing saja, kita kasih vitamin C saja," ujar Edi.
Sementara, ketinggian air di Pluit sudah menunjukkan tanda-tanda surut sebanyak 30 cm. Bantuan dan proses evakuasi mash berjalan hingga saat ini.
Banjir di Pluit merendam ratusan bangunan dan mengakibatkan ribuan warga Pluit mengungsi. Banjir di wilayah ini disebabkan oleh rob dan aliran air dari wilayah selatan Pluit. Banjir selama 5 hari ini, sejak Jumat (18/1), mencapai ketinggian 2 meter.
(vid/lh)










































