Tongkat Komando Koarmabar Berpindah Tangan ke Laksdya Arief Rudianto

Tongkat Komando Koarmabar Berpindah Tangan ke Laksdya Arief Rudianto

Nur Khafifah - detikNews
Selasa, 22 Jan 2013 12:47 WIB
Tongkat Komando Koarmabar Berpindah Tangan ke Laksdya Arief Rudianto
Arief-Marsetio-Sadiman (Kiri-kanan)
Jakarta -

Laksamana Madya TNI Arief Rudianto resmi dilantik menjadi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat TNI AL (Pangarmabar). Ia menggantikan Pangarmabar sebelumnya, Laksamana Madya TNI Sadiman.

Upacara serah terima jabatan tersebut dilaksanakan di Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Inspektur dalam upacara ini adalah Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Marsetio.

"Serah terima jabatan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi dan penyegaran. Sebab di dalam organisasi harus ada estafet," ucap Laksamana Madya TNI Marsetio usai upacara serah terima jabatan, Selasa (22/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marsetio mengatakan, wilayah laut NKRI yang masih rawan saat ini adalah wilayah barat. Oleh karena itu Koarmabar memiliki peran yang sangat penting dalam rangka penegakan kedaulatan, hukum dan menjaga keamanan di kawasan ini.

Wilayah perairan barat Indonesia berbatasan dengan India, Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam. "Jika situasi Laut China Selatan sewaktu-waktu meningkat, kita punya Pangkalan terdepan yaitu Ranai," ucapnya.

Pangkalan Ranai ini, menurut Marsetio, letaknya hanya 120 nautical mile dari Laut China Selatan. Sehingga kawasan ini perlu diwaspadai. "Maka dari itu kekuatan Armabar juga harus ditujukan ke arah tersebut," ujarnya.

Terkait wilayah Semaki yang berebut dengan Singapura, Marsetio mengatakan hal tersebut bukan lagi masalah. "Dari 10 batas dengan tetangga yang sudah tuntas adalah dengan Singapura. Tidak ada wilayah yang dicaplok karena sudah jelas wilayah masing-masing," tuturnya.

TNI AL juga akan menyiapkan armada untuk mengamankan wilayah laut NKRI. Armada tersebut terbagi dalam 3 wilayah. Yaitu wilayah barat, tengah dan timur. "Namun kami masih menunggu keputusan dari Presiden terkait penambahan armada ini," pungkasnya.

(gah/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini