Kasus Ny Agian
Hasan Sayangkan Sikap Pemerintah
Senin, 27 Sep 2004 23:02 WIB
Jakarta - Panca Satrya Hasan Kusuma menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memperhatikan nasib istrinya, Ny Agian Isna Nauli (33). Ny Agian sudah hampir 3 bulan lumpuh setelah melahirkan anak keduanya, Rayge Atila Nurullah Kesuma. "Bagaimana ini, hak mati istri saya ditolak. Sedangkan hak hidupnya tidak diperhatikan sama sekali oleh pemerintah," ujar Hasan ketika ditemui di Unit Stroke Supardjo Rustam RSCM, Jakarta, Senin (27/9/2004). Dikatakan Hasan, apabila pemerintah mengabulkan hak hidup istrinya, dirinya akan terus mengupayakan pengobatan. Dia merasa tidak mampu lagi menyediakan dana untuk pengobatan istrinya. Dia berharap ada uluran tangan masyarakat. Selain itu, dia menuntut pemerintah, khususnya menkes untuk membuat kebijakan minimal sebagai mediasi antara pelaku medis dengan pengguna jasa medis. "Dari pemerintah tidak ada upaya sama sekali. Belum lagi saya ditekan biaya perawatan. Jadi dimana hak kemanusiaan dan keadilan untuk istri saya. Apabila yang ada hanya penderitaan terus, siapa yang kuat melihat penderitaan seperti itu," tanyanya.Dia menambahkan, bersama kuasa hukum, dirinya akan mengajukan surat ke sejumlah pihak. "Sampai ke presiden terpilihpun saya akan menanyakan hak hidup atau mati istri saya. Kalau hak hidup, saya akan minta hak yang jelas di bidang kesehatan," tegasnya.
(rif/)











































