Kepala Satpol PP Medan: Penertiban Bangunan Liar Sudah Sesuai Prosedur

- detikNews
Selasa, 22 Jan 2013 03:30 WIB
Massa PDIP serang kantor walikota Medan. Foto: Istimewa
Medan, - Penyerangan massa kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Medan ke Kantor Walikota Medan merupakan buntut bentrokan warga dengan Satpol PP saat penertiban bangunan liar di lahan Cadika, Medan. Penertiban itu sendiri dinyatakan sudah sesuai prosedur.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan, Muhammad Sofyan menyatakan, perintah penertiban bangunan tanpa izin di lahan milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Syaiful Bahri Lubis. Seterusnya operasi penertiban dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, Senin (21/1/2013).

"Tindakannya pembongkaran bangunan yang berdiri tidak memiliki izin di tahan milik Pemerintah Kota Medan. Tim terdiri dari 250 orang Satpol PP, TRTB 10 orang, camat, lurah, kepala lingkungan, tim dari Seketariat Pemko Medan 50 orang, 10 anggota Polresta, 10 anggota Kodim, dan 30 Brimob," ungkap Sofyan di Balai Kota Medan, Jl Kapten Maulana Lubis, Senin petang.

Sofyan menjelaskan, sebelumnya ahli waris Sarikat Ginting yang mendirikan bangunan di lahan sesuai HPL No 1 Pkl Masyhur, sudah diminta membongkar dan mengosongkan bangunan dari lahan pemko yang berada di Jl Karya Wisata, Medan Johor. Batas waktu yang diberikan 3x24 jam, tetapi tidak diindahkan.

"Saat di lokasi kejadian kami melihat massa melakukan bakar ban, kami juga melihat ada dua tabung gas, dan ada mobil dinas BK 1280 L. yang belakangan diketahui merupakan kendaraan dinas Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan. Kami juga melihat ada dua anggota DPRD Medan, Porman Naibaho dan Daniel Pinem," ungkapnya.

Saat di lokasi kejadian itu, Satpol PP masuk ke lokasi penertiban dan terjadi perlawanan dari masyarakat penggarap, bersama Hendry Jhon Hutagalung, Ketua DPC PDIP Medan. Bentrokan pun terjadi.

"Tim diserang dengan ban dalam keadaan terbakar disiram dengan bensin dilempar ke arah tim. Dilempar juga tabung gas LPG ukuran 12 Kg dan 3 Kg namun bersyukur tidak meledak," kata Sofyan.

Dalam peristiwa tersebut tiga orang Satpol PP terluka akibat bara api yang dilemparkan dan berhasil mengamankan tabung gas. Tim kemudian membongkar 3 unit rumah semi permanen, dan empat kandang ternak dari lokasi tersebut.

Ternyata akibat bentrokan ini, Hendry Jhon Hutagalung terluka di bagian kepala dan kemudian mengadu ke Polresta Medan. Massa kader yang marah dengan kejadian tersebut, lantas merusak Kantor Walikota Medan.

(rul/mpr)