Kadernya Serang Kantor Walikota Medan, PDIP Medan: Itu Aksi Spontan

- detikNews
Selasa, 22 Jan 2013 03:25 WIB
Massa PDIP serang kantor walikota Medan. Foto: Istimewa
Medan, - Tindakan massa kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menyerang dan merusak Kantor Walikota Medan, dinyatakan sebagai aksi spontan karena ketuanya dizolimi. Secara partai, pengurus PDIP Medan tidak ada memerintahkan kadernya untuk melakukan penyerangan.

Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Medan, Hasyim menyatakan, aksi para kader itu dilatari kekecewaan terhadap tindakan Satpol PP yang menganiaya Ketua DPC PDIP Medan Hendry Jhon Hutagalung saat melakukan penertiban di Jl. Karya Wisata, Medan Johor. Hutagalung menderita luka di kepala karena pelemparan yang dilakukan Satpol PP.

"Kader merasa ini sudah menyangkut marwah partai. Kalau ketuanya dianiaya, mereka merasa ini sudah penghinaan. Sebab itu mereka mendatangi Kantor Walikota Medan. Bukan untuk melakukan penyerangan, tetapi meminta pertanggung jawaban. Sayangnya tidak direspon,” kata Hasyim kepada wartawan di Medan, Senin (21/1/2013) malam.

Karena keinginan massa untuk menuntut Satpol PP bertanggung jawab tidak direspon, dan Walikota Rahudman Harahap juga tidak berada di tempat, massa menjadi tidak terkendali. Akibatnya terjadi aksi perusakan yang juga menyebabkan seorang anggota Satpol PP terluka.

“Saya dan Sekretaris PDIP Medan Robi Barus, yang mendapat informasi kader kita mendatangi Kantor Walikota, segera datang ke sana untuk menenangkan massa. Tetapi situasi sudah terlanjur tidak terkendali. Pada akhirnya mereka bersedia meninggalkan lokasi,” sebut Hasyim yang juga anggota DPRD Kota Medan.

Hasyim menilai Satpol PP menjadi pemicu masalah ini. Mereka melakukan penggusuran terhadap rumah warga di kawasan Cadika, Medan Johor, padahal tidak ada penetapan dari Pengadilan Negeri Medan. Tanah yang ditempati warga itu, proses hukumnya saat ini masih di tingkat Mahkamah Agung, namun Pemko Medan memaksakan kehendak dan melakukan penggusuran. Menghancurkan rumah warga pada Senin pagi.

“Saat kejadian Ketua PDIP Medan datang ke lokasi, atas permintaan warga, untuk meminta Satpol PP menghentikan penggusuran sebelum proses hukumnya selesai, tetapi malah dilempari sehingga terluka kepalanya. Makanya itu kader-kader marah. Tetapi ini murni spontanitas kader, pengurus tidak pernah memerintahkan untuk melakukan penyerangan,” kata Hasyim.

Penyerangan kader PDIP ke Kantor Walikota Medan Jl. Kapten Maulana Lubis terjadi Senin sore. Massa yang mengenakan atribut berupa baju dan membawa bendera partai, merusak pagar, memecahkan kaca serta fasiltas di halaman Kantor Walikota Medan. Dalam kejadian ini, seorang anggota Satpol PP yang sedang berjaga Fahmi Ramadhan (30) mengalami luka serius di bagian kepala.

(rul/mpr)