Perpecahan NasDem Untungkan Gerindra, Golkar & PD

Perpecahan NasDem Untungkan Gerindra, Golkar & PD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 21 Jan 2013 18:33 WIB
Perpecahan NasDem Untungkan Gerindra, Golkar & PD
HT dan Gerbongnya Mundur/Ari Saputra
Jakarta - Kisruh internal Partai Nasional Demokrat (NasDem) berujung mundurnya bos MNC Hary Tanoesoedibjo dari satu-satunya partai baru yang lolos ke Pemilu 2014 ini. Partai nasionalis paling diuntungkan dengan carut-marut partai yang baru moncer ini.

"Gerindra diuntungkan karena saingan di udara berkurang," kata Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Senin (21/1/2013).

Selama ini selain Partai NasDem memang Partai Gerindra juga aktif iklan di sejumlah stasiun televisi di berbagai kesempatan. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo mengangkat isu kerakyatan dalam iklan-iklannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Partai Gerindra, sebenarnya Partai Golkar dan Partai Demokrat juga diuntungkan. Karena kedua partai ini memiliki lingkup pemilih yang tak jauh beda.

"Yang paling diuntungkan ya Golkar. Golkar diuntungkan karena NasDem paling potensial makan suara Golkar. Selain itu Demokrat juga diuntungkan karena NasDem memang berpotensi mengiris suara Golkar dan PD," ungkapnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Direktur Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Arman Salam. Arman menuturkan, suara partai nasionalis yang terancam dicuri Partai NasDem pun kembali aman.

"Pemilih NasDem itu lebih mirip pemilih PD, Golkar, maupun partai nasionalis lainnya. Dari ideologi dan azas yang saya tahu dia mengarah ke nasionalis. Dengan adanya kekisruhan ini jelas menguntungkan suara partai-partai nasionalis," tegasnya.

Keretakan Partai NasDem berujung pada mundurnya Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo dan sejumlah pengurus NasDem. Mereka mundur karena menentang rencana Surya Paloh mengambil alih posisi Ketum NasDem. Keretakan ini dinilai akan menggembosi langkah NasDem ke Pemilu 2014. NasDem diprediksi akan berada di luar 5 besar di Pemilu 2014.

(van/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads