"Memang saya dengar beliau akan masuk ke Hanura. Kalau komunikasi mungkin ke Pak Wiranto, saya hanya dengar-dengar kabar saja," ujar Akbar kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2013).
Menurutnya, ketika HT benar-benar mundur dari Partai NasDem, ini menjadi kabar yang mengejutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Akbar tak ingin menanggapi lebih jauh mengenai keluarnya HT dari Partai NasDem.
"Saya nggak ingin berkomentar banyak, kan itu urusan internal NasDem ya. Setiap orang punya hak politiknya masing-masing," kata Akbar.
"Tapi kami akan menyambut baik Pak Hary. Kami akan gelar karpet merah untuknya," tutupnya.
Sebelumnya, Hary Tanoe menyatakan keluar dari Partai NasDem karena berseberangan dengan Surya Paloh yang hendak mengambil alih posisi ketua umum partai.
"Terhitung mulai hari ini saya bukan lagi anggota Partai NasDem," ujarnya dalam jumpa pers di Museum Adam Malik di Jl Diponegoro No 29, Jakarta Pusat, Senin (21/1).
Hary mengaku baru saja menyamaikan surat pengunduran dirinya ke DPP Partai NasDem di Jl RP Soeroso, Gondangdia. Dia melepaskan dua jabatannya di Partai NasDem.
"Saya telah menyampaikan surat pengunduran diri dalam kaparistas sebagai ketua dewan pakar dan sebagai wakil ketua majelis partai," tuturnya.
(/rmd)










































