"(Dari anggaran tahun 2012, hanya mampu melakukan) penerbitan termasuk distribusi sebanyak 44.155.952 keping (e-KTP)," jelas Gamawan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, di Senayan, Senin (21/1/2013)
Namun, Gamawan melanjutkan bahwa pihak konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sampai saat ini telah dapat menyelesaikan fisik e-KTP jauh melebihi jumlah fisik yang bisa dibayar pada tahun 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sebenarnyanya dengan kemampuan anggaran 2012 bisa melakukan pengadaan blangko berbasis chip yang sudah ditatah (inlay) sebanyak 144 juta keping, personalisasi sebanyak 76 juta keping.
Namun, PNRI hingga akhir tahun 2012 proses pengadaan blangko bebasis chip yang sudah diinlay sebanyak 159.050.000 keping, sehingga terhutang sebanyak 15.050.000 keping.
"Personalisasi sebanyak 123.643.408 keping, sehingga terhutang sebanyak 47.643.408 keping," imbuhnya.
(/lh)










































