Berusaha Kabur, Pemerkosa Guru di Kukar Didor Polisi

- detikNews
Minggu, 20 Jan 2013 03:33 WIB
Jakarta - Tim Reskrim gabungan Polda Kaltim, Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Loa Janan, Sabtu (19/1), kembali berhasil menangkap 2 pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap seorang guru di Kutai Kartanegara, yang terjadi Senin (15/1) lalu. Keduanya pun dilumpuhkan dengan timah panas saat berusaha kabur.

Pengamatan detikcom, kedua pelaku bernama Nurdin dan Dullah, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, sekitar pukul 20.30 WITA. Sebelumnya, keduanya disergap dan dibekuk dalam pelariannya hingga di Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, yang berjarak ratusan kilometer dari Samarinda.

"Benar, tim gabungan Reserse Polda Kaltim, Polres Kukar dan Polsek Loa Janan, berhasil menangkap kembali 2 pelaku pencurian dengan pemerkosaan disertai pemerkosaan di Muara Bengkal, Kutai Timur. Kita lumpuhkan karena berusaha kabur," kata Kasubbag Humas Polres Kutai Kartanegara Iptu Suwarno, kepada detikcom, Sabtu (19/1/2013) malam.

Dengan tertangkapnya Nurdin dan Dullah, 4 dari 5 pelaku perampokan dan pemerkosaan telah ditangkap kepolisian. Selain menangkap para pelaku itu, kepolisian juga menangkap 4 orang penadah yang membeli barang-barang hasil kejahatan dari 4 pelaku perampokan.

"Nurdin adalah otak aksi kejahatan perampokan dan pemerkosaan itu. Jadi sekarang masih ada 1 orang yang masih kita buru dan masuk DPO. Tim langsung bergerak lagi di lapangan," ujar Suwarno.

Keterangan diperoleh detikcom, Nurdin yang menjadi otak aksi kejahatan perampokan disertai pemerkosaan terhadap guru tersebut, juga memiliki track record tindak pidana di daerah asalnya. Dikonfirmasi hal itu, Suwarno menerangkan pihaknya belum bisa memastikannya.

"Untuk Nurdin, kami belum bisa konfirmasi. Tapi untuk tersangka lainnya atas nama Budi, merupakan residivis dari wilayah hukum Kabupaten Berau, Kaltim. Juga terkait kasus pencurian dengan pemberatan," sebut Suwarno.

Sebelumnya juga, menjelang akhir 2012 lalu, terjadi perampokan disertai pemerkosaan terhadap remaja putri berusia 18 tahun, di Loa Ipuh, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Bahkan aksi pencurian juga terjadi di kantor pemerintahan desa di Batuah, Kutai Kartanegara.

"Loa Ipuh juga belum bisa dipastikan dari kelompok yang sama. Hanya saja pencurian di Batuah (kantor pemerintahan desa), juga dilakukan para tersangka yang merampok di rumah ibu guru itu. Untuk kasus di Loa Ipuh, belum ada mengarah ke sana," terangnya.

Dengan begitu, 4 dari 5 pelaku perampokan yang berhasil ditangkap kepolisian masing-masing Budi, Sofi dan yang terbaru, Nurdin serta Dullah, kesemuanya harus merasakan timah panas petugas lantaran nekat ingin berusaha kabur.

Sekitar pukul 00.05 WITA, Minggu (20/1/2013) dinihari, Dullah dibawa petugas usai menjalani operasi medis di RSUD AW Syachranie untuk mengeluarkan proyektil peluru. Sedangkan Nurdin, masih harus menunggu giliran operasi serupa. Dullah dibawa petugas meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan kendaraan roda empat bernomor polisi KT 8280 C dan meminta wartawan untuk tidak mengabadikan gambar pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Ibu guru di Kutai Kartanegara, rumahnya dirampok dan dia diperkosa lebih dari 4 orang kawanan perampok yang terjadi Selasa (15/1/2013) lalu. Pelaku melakukan perbuatan biadabnya terhadap korban di bawah ancaman senjata tajam jenis samurai di belakang rumah sang ibu guru itu, saat sang suaminya tertidur pulas. Selain mengerjai korbannya yang juga guru pengajar berusia 29 tahun itu, kawanan perampok juga menggondol 1 laptop, telepon selular dan uang tunai Rp 450.000.

(ahy/ahy)