Para narapidana ini sebelumnya menghuni Lapas Wirogunan, Sleman dan Wonosari, Gunung Kidul. Pemindahannya ke Sukamiskin, dilepas tangisan sanak keluarga, istri, anak dan saudara. Bahkan seorang ibu pingsan ketika rombongan yang tangan diborgol menaiki mobil tahanan menuju Stasiun Tugu.
"Tidak apa-apa Bu, saya bukan koruptor. Saya hanya jadi korban,"ungkap salah seorang napi menenangkan Ibunya, di Lapas kelas 2A Wirogunan, Sabtu (19/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Napi kasus korupsi inikan rata-rata pejabat dan berpendidikan tinggi, dipindah biar mendapatkan pembinaan yang lebih baik. Berbeda dengan di sini yang bercampur dengan berbagai latar belakang, ada pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, dan lainya. Ini lebih sulit untuk pembinaan, di Sukamiskin nanti homogen sehingga lebih mudah,"kata Rudianto di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Napi yang dipindah ke Sukamiskin yakni dari Lapas Wirogunan; Edy Setiadarma, Rebino, Edi Bawono, Didit Abdul madjid, Arif Edi Subianto, Cindelaras Yulianto, Bahtanisar Basyir. Dari lapas Sleman 1 orang yakni Purwanto, dan Rutan Wonosari 1 orang yakni Dwinggo Nirwanto.
(lh/lh)











































