Tim relawan gabungan menggelar operasi evakuasi besar-besar terhadap seribuan orang warga Pluit yang masih terjebak banjir. Prioritas utama adalah warga yang berusia lanjut usia, anak-anak serta yang sedang menderita sakit.
"Tadi ada satu warga sakit epilepsi kita larikan RS PIK. Dibantu dokter dari Budha Tzu Chi. Wanita usianya sekitar 20 tahun, namanya Nuryati," kata koordinator relawan dari warga bernama Akiong pada detikcom di Posko Siaga Banjir Pluit, Jl Pluit Indah, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (19/1/2013).
Akiong menambahkan lansia dan anak-anak menjadi prioritas tim evakuasi gabungan yang terdiri dari TNI, polisi, PMI, Pemda, Damkar, Satpol PP, Yayasan Budha Tzu Chi, dan sejumlah instansi lainnya bersama warga sekitar. Namun mengingat ketinggian banjir terus bertambah, tenaga dan logistik bantuan untuk evakuasi tetap diperlukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang diketahui, banjir di Pluit mulai naik pada Kamis (17/1) malam sehingga warga sebagian besar sudah beristirahat. Ketika Jumat (18/1) pagi, puluhan ribu warga terjebak banjir yang mencapai 2 meter dengan persediaan logistik yang terbatas.
Semalam ketinggian air sempat surut, namun pada Sabtu subuh ini cenderung naik. Bahkan ketinggian air hampir merata setinggi 2 meter. Bantuan logistik dan posko pengungsian serta bantuan kesehatan terus berdatangan.
(vid/lh)











































