"Dari subuh tadi, air meningkat 50 cm," kata salah seorang relawan bernama Akiong pada detikcom di Posko Siaga Banjir Pluit, Jl Pluit Indah, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (19/1/2013).
Sejak dilakukannya evakuasi dari Jumat (18/1) pagi, para tim evakuasi gabungan berhasil menyelamatkan 60 persen warga Pluit. Diperkirakan masih ada ribuan orang lagi yang terjebak di rumah mereka dengan persediaan logistik yang semakin menipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan terus berdatangan. Selain TNI, polisi, Damkar, Satpol PP, Yayasan Budha Tzu Chi, PMI, Pemda, dan warga yang menjadi relawan, bantuan juga datang dari kalangan akademisi seperti Universitas Mercu Buana dan Gabungan Mahasiswa Mustopo.
"Mereka memberikan bantuan tenaga sukarelawan, sekitar 20 orang," ujar Akiong.
Akiong juga membantah adanya tanggul Waduk Pluit yang jebol Jumat (19/1) malam. Menurutnya ketinggian air yang meningkat dikarenakan pompa waduk yang rusak.
"Nggak jebol, air naik karena pompa kita rusak, dan dari barat melimpah ke sini. Pompanya di Waduk Pluit," ujar Akiong.
(vid/lh)











































