Pengamatan detikcom, Sabtu (19/1/2013), belasan pemotor meminta agar bisa melewati Tol Wiyoto Wiyono lantaran sejumlah ruas jalan masih tergenang air.
"Ini kita tidak mungkin mau ke Muara Karang lewat bawah. Jembatan Tiga dan Muara Angke masih kelelep, Pak," kata seorang pemotor di pintu tol Pademangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pemotor lain menimpali. "Kita harus lewat Pondok Indah Kapuk, satu-satunya akses hanya lewat sini," ujar dia.
"Nggak bisa Pak, kerendem. Ini kan tol memang nggak bisa," jawab si petugas tol itu.
Setelah beradu argumen selama 15 menit, belasan pemotor memilih tetap bertahan. Mereka justru memaksa membuka pembatas tol yang dipasang menutup pintu tol.
Melihat aksi itu, petugas tol akhirnya menyerah. Pemotor diperbolehkan lewat tol dengan memakai jalur darurat. Aksi mereka diikuti puluhan pemotor lainnya. Wush...!
Pemotor ada yang menuju arah Cengkareng. Ada juga yang ke Pantai Indah Kapuk atau Kamal. Arus kendaraan di tol itu padat merayap. Pengendara mobil melaju dengan kecepatan 40 hingga 50 km/jam.
Beberapa pemotor dari arah Cengkareng menuju Ancol bahkan ada yang melawan arus.
Seperti kata si petugas, pintu keluar Jembatan Tiga dan Pluit telah ditutup. Sejumlah pemotor tertahan di mulut keluar tol karena jalanan masih digenangi air setinggi 10 hingga 30 centimeter. Di bagian pintu keluar juga ada beberapa mobil yang mengangkut bantuan logistik.
Pemotor yang menuju Muara Angke dan Muara Karang keluar lewat PIK atau pintu tol Kamal. Sedangkan yang hendak menuju Grogol keluar di pintu tol Cengkareng.
(/)










































