Soal Konflik Internal Partai, PDIP Sumsel Belum Bersikap
Senin, 27 Sep 2004 18:31 WIB
Palembang - Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Selatan (DPD PDIP Sumsel) memilih menunggu perkembangan dalam menyikapi konflik internal partai. Konflik itu muncul karena adanya tuntutan sejumlah kader partai yang menginginkan restrukturisasi kepengurusan partai. "Kami belum mau menanggapi opini yang berkembang terakhir berkaitan dengan keinginan sejumlah kader mereformasi PDIP. Kita tunggu dua hari ke depan," ujar Sekretaris DPD PDIP Sumsel Kwatno kepada detikcom di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Senin (27/9/2004). Sejak Kwik Kian Gie melontarkan peryataan bahwa The Gang of Three bertanggung jawab atas kekalahan pasangan Mega-Hasyim pada pemilu presiden (pilpres) putaran kedua muncul sikap pro dan kontra. Bahkan, sejumlah kader PDIP di Palembang, mengatakan kekalahan PDIP dan Megawati di Sumsel disebabkan citra buruk yang ditampilkan para elite partai itu, baik di jajaran pengurus maupun di lingkaran dekat Taufiq Kiemas. Beberapa nama yang disebut-sebut harus bertanggung jawab terhadap hancurnya karakter PDIP adalah anggota DPRD Sumsel yang terlibat kasus dugaan korupsi Rp 7,5 miliar. Salah satunya adalah Adjis Saip yang telah divonis 1 tahun oleh PN Palembang. Sejumlah nama lainnya yang juga disebut-sebut bertanggung jawab atas kekalahan Mega adalah Ketua DPC PDIP Palembang A Lagan, Muhammad Yamin dan Nazaruddin Kiemas. "Yamin yang dulunya berasal dari kalangan LSM, saat dekat dengan TK bersikap aneh, akibatnya banyak kawan-kawan aktivis LSM tidak simpatik dengan PDIP setelah melihat Yamin ini," kata seorang pengurus PDIP di Palembang kepada detikcom. "Mereka yang memilih SBY, sebenarnya pendukung Ibu Mega. Mereka sayang Ibu Mega tapi benci dengan mereka. Kalau tidak percaya, lihat pemilu ke depan. Tetapi, syaratnya partai harus dibersihkan," tambahnya.
(rif/)











































