Pantauan detikcom di Pluit Karang, Jalan Pluit Indah, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/1/2013), puluhan perahu karet dan perahu tiup hilir mudik di atas banjir yang mencapai dada orang dewasa di Jalan Pluit Indah dan Jalan Pluit Barat. Perahu tersebut berasal dari sejumlah instansi pemerintah dan non pemerintah.
Kapasitas perahu terbesar dimiliki oleh TNI dan Yayasan Budha Tsuchi yang membantu evakuasi. Kapasitas perahu mereka mencapai 10 orang dengan berat badan normal. Ada juga rakit dari bambu yang diperkuat dengan ban angin atau jirigen di bawahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"100 perahu sudah ada di sini, tapi kita masih butuh sebanyak mungkin. Perahu-perahu ini tersebar di seluruh Pluit dari rakit bikinan warga, dan perahu karet milik warga," ujar tokoh masyarakat setempat bernama Akiong.
Akiong mengaku warga masih banyak yang terjebak dan dikhawatirkan sebagian besar dari mereka tidak memiliki stok logistik yang cukup untuk melewati malam ini.
"Kita butuh perahu untuk evakuasi, karena sangat banyak warga yang masih terjebak. Air naik dari malam hingga pagi, jadi mereka terjebak," ujar Akiong.
Warga yang berhasil dievakuasi langsung sebagian langsung mencari tempat untuk bermalam. Ada yang bermalam di hotel sekitar Pluit, ada yang bermalam di rumah saudaranya atau kerabatnya, dan ada juga yang bermalam di posko pengungsian di sekolah Yayasan Permai yang telah menyiapkan 10 kelas untuk pengungsi.
"Kita buat pengungsian di Sekolah Yayasan Permai. 10 kelas disiapkan, posko kesehatan dan dapur umum sudah ada atas peintah Pak Wagub yang tadi meninjau. Langsung kita bikin," tutup Akiong.
(vid/lh)











































