Warganya Disandera, PM Jepang Batalkan Jamuan Santap Malam di Istana

Warganya Disandera, PM Jepang Batalkan Jamuan Santap Malam di Istana

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 18 Jan 2013 18:36 WIB
Warganya Disandera, PM Jepang Batalkan Jamuan Santap Malam di Istana
Jakarta -
Presiden SBY melakukan pertemuan bilateral dengan PM Jepang Shinzo Abe. PM Abe tak berlama-lama di Indonesia karena harus menyelesaikan masalah penyanderaan warganya di yang ditahan oleh militan Aljazair.

Jamuan santap malam yang sudah dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/1/2013) akhirnya harus dibatalkan.

"State dinner tidak jadi. Tadi pagi sudah memberitahu, karena beliau harus segera kembali untuk menangani masalah penyaderaan warga Jepang di Aljazair," ujar Menlu Marty Natalegawa di Istana Merdeka usai menemani presiden SBY bertemu dengan PM Abe.

Presiden SBY menurut Marty sangat mengerti dengan kondisi tersebut. Sehingga Presiden SBY mempersilakan PM Abe untuk kembali ke negaranya.

"Jadi bapak Presiden sangat memahami permasalahan keperluan tersebut," jelas Marty.

Sikap pemerintah Indonesia?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prihatin dan kita harapkan para sandera bisa segera dibebaskan. Kita sempat ada satu warga kita yang disandera, sudah dibebaskan," jawabnya.

Sebelumnya kelompok bersenjata menyerang kompleks tambang kilang gas British Petroleum (BP) di kota Inamenas-Tigaritourine-Ilizi, Aljazair. Penyerangan kompleks tambang dan kilang gas yang dikelola bersama oleh Aljazair Sonatrach, British Petroleum dan Norwegia Statoil ini terjadi pada hari Rabu pagi (16/1) waktu setempat.

Sekitar 20-25 anggota teroris bersenjata menyerang area kilang gas dan terjadi kontak senjata dengan aparat keamanan. Dua orang berkebangsaan Inggris dan Aljazair terbunuh dalam kontak senjata. Tujuh orang lainnya terluka.

Kelompok bersenjata ini kemudian menyandera 41 orang pekerja berkewarganegaraan asing termasuk warga negara Jepang dan sekitar 200 pekerja Aljazair.

(ega/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini