Seperti yang terlihat, Jumat (18/1/2013), di perumahan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat. Sebuah perahu motor kayu berwarna hijau dan merah melintas membelah banjir mengangkut lima orang warga yang mengungsi. Tiga orang di luar perahu tampak berusaha mendorong perahu yang tak bermesin itu.
"Ini perahu pribadi, emang udah nggak terpakai. Ya sekarang dipakai untuk cari uang (evakuasi warga)," kata pemilik perahu Mahadi, di lokasi banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya udah dipakai dari hari pertama banjir (rabu)," lanjut Mahadi.
Tak hanya perahu yang diturunkan warga untuk mengeruk keuntungan dengan membantu evakuasi, gerobak 'banjir' dadakan juga banyak bermunculan. Bentuknya bahkan variatif, dari mulai gerobak kayu yang biasa digunakan di pasar, hingga yang terbuat dari drum-drum besar yang diikat menjadi satu.
Padahal, di lokasi banjir yang menimpa ratusan rumah yang rata-rata bertingkat dua itu sudah tersedia sarana evakuasi baik dari Brimob, satpol PP, PMI, hingga pasukan Marinir. Tentu saja semuanya gratis alias tak dipungut biaya untuk menggunakannya.
Sementara kondisi banjir di perumahan Green Garden sendiri hingga sore ini belum juga surut, bahkan ketinggian banjir lebih tinggi dari hari Selasa (17/1) kemarin. Sebagian warga memilih dievakuasi, tapi sebagian lainnya ada yang bertahan di rumah.
(bal/lh)











































