Perbaikan Tanggul Latuharhari Berpacu dengan Banjir Kiriman

Perbaikan Tanggul Latuharhari Berpacu dengan Banjir Kiriman

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2013 15:24 WIB
Perbaikan Tanggul Latuharhari Berpacu dengan Banjir Kiriman
Jakarta - Aliran air dari Kanal Banjir Barat masih mengalir deras dari lubang selebar 30 meter di tanggung yang jebol di Jl Latuharhari, Menteng. Perbaikan tanggul ini berpacu dengan debit air kiriman dari Bogor yang mengalir di Sungai Ciliwung.

Setelah hujan yang mengguyur kawasan Jakarta pada pagi menjelang siang, pengerjaan perbaikan tanggul langsung dikebut. Apalagi setelah target yang ditetapkan Gubernur DKI Jokowi agar tanggul bisa diselesaikan sampai Kamis kemarin, tak bisa dicapai.

Berbeda dengan hari pertama, alat berat kini mulai digunakan. Ada beko berukuran besar dan sedang yang dilibatkan dalam proses pengerjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu ada pula puluhan prajurit dari Kodam, Marinir dan Kopasus yang turut membantu proses pengerjaan. Para prajurit berdiri sejajar membantuk rantai manusia dan bahu membahu mendistribusikan karung pasir maupun batu.

Sedangkan alat berat beko, mencangkul endapan tanah di jalan Latuharhari yang ada akibat arus air dari Banjir Kanal Barat. Endapan tanah, dipindahkan ke titik tanggul yang jebol.

Pihak Pemprov DKI yang berkoordinasi dengan kementerian PU juga melakukan terobosan. Proses distribusi batu yang lambat karena hanya mengandalkan rantai manusia, berhasil diatasi.

 Selain mengandalkan tenaga prajurit TNI, batu juga didistribusikan lewat jembatan Kuningan. Kebetulan, lokasi jebolnya tanggul memang persis berada di bawah jembatan. Batu-batu yang ada di dalam bak truk, dilempar ke bawah.

Air dari tanggul yang jebol memang masih cukup deras mengalir, meski tak sederas pada hari Kamis kemarin.

Namun pihak Dinas PU Pemprov DKI telah memastikan, tanggul tersebut tidak akan jebol lagi meski debit air nantinya meningkat. Seperti diketahui, debit air di pintu air Katulampa, Bogor naik ke siaga II subuh tadi, meski sempat turun lagi. Kecepatan air dari Katulampa ke Latuharhari sekitar 10 jam.

"Seperti yang bisa dilihat, kita sudah memperkuat dinding tanggul. Jadi enggak mungkin melebar lagi jebolnya meski Bogor hujan," kata Kepala Dinas PU DKI, Ery Basworo di lokasi, Jumat (18/1/2013).

Sedangkan, Jokowi meminta kepada para pekerja di lokasi untuk segera menyelesaikan penutupan tanggul yang jebol. Meski benar nantinya debit air tidak akan membuat jebol di tanggul makin melebar, penambahan debit air bisa membuat kawasan di Jakarta Pusat makin tergenang.

"Memang harus cepat. Nanti kalau hujan lagi (Bogor), airnya naik lagi. Harus cepat dan diselesaikan dengan baik," kata Jokowi. Sebelumnya mantan Walikota Solo ini menyatakan aliran dari Latuharhari inilah yang membuat kawasan bundaran HI tergenang air.



(/lh)


Berita Terkait