Anggota Brimob Selamatkan Ibu Hamil yang Nyaris Melahirkan di Perahu

Anggota Brimob Selamatkan Ibu Hamil yang Nyaris Melahirkan di Perahu

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Jumat, 18 Jan 2013 14:25 WIB
Anggota Brimob Selamatkan Ibu Hamil yang Nyaris Melahirkan di Perahu
Susnadi (detikcom/Taufiq)
Jakarta - Banyak kisah heroik yang terjadi dalam upaya penyelamatan para korban banjir di ibukota Jakarta. Salah satunya kisah anggota Brimob menyelamatkan seorang ibu hamil yang hampir melahirkan di atas perahu di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur.

AKBP Susnadi yang merupakan Kepala Departemen B Pelopor Brimob Polda Metro Jaya menceritakan kisah yang tak akan dilupakannya ini. Hal ini terjadi saat dirinya dan rekan-rekannya mengevakuasi sejumlah korban banjir di Kampung Pulo, Jumat (18/1/2013) pagi.

Menurut Susnadi, kisah ini berawal saat petugas mendapat laporan dari suami korban yang menyatakan istrinya mulas-mulas seperti hendak melahirkan dan ingin segera dievakuasi. Dengan perahu karet, petugas kemudian mendatangi korban yang bertahan di lantai atas rumahnya yang terendam banjir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat di perahu, tiba-tiba perutnya mulas dan ingin melahirkan. Jadi kita segera bawa dari rumahnya di RT 3 Kampung Pulo, untuk dibawa keluar," terang Susnadi kepada detikcom di posko banjir Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Kepanikan sempat terjadi, karena sang ibu hamil tersebut mengaku mulasnya semakin menjadi. Muncul kekhawatiran bahwa dia akan melahirkan di atas perahu. Petugas pun bergegas membawanya dengan menyusuri sungai. Rumah korban dan posko berjarak sekitar 1 km jika ditempuh melalui sungai.

"Di atas perahu hampir melahirkan. Tapi untungnya segera tiba, jadi kita bawa ke ambulans dan kemudian dibawa ke puskemas terdekat," tuturnya.

Berhasil menyelamatkan ibu hamil tersebut, petugas pun merasa lega. Susnadi menambahkan, selama ini korban memilih tetap tinggal di rumahnya karena mengira air akan surut dalam beberapa hari. Namun ternyata tidak demikian.

Susnadi menyebut cukup banyak korban banjir yang memilih bertahan di rumah masing-masing hingga saat ini. Kebanyakan warga beralasan menjaga barang-barang mereka di rumah.

Warga yang masih memilih bertahan tersebut menempati lantai-lantai atas rumah mereka. Ada yang di lantai dua maupun lantai tiga. Mereka tetap bertahan meski tidak ada akses listrik dan air bersih di rumah mereka.

"Tinggi air sekitar 3 meter. Mereka bertahan di lantai-lantai tertinggi rumah mereka," jelasnya.

(nvc/nrl)


Berita Terkait