AKBP Susnadi yang merupakan Kepala Departemen B Pelopor Brimob Polda Metro Jaya menceritakan kisah yang tak akan dilupakannya ini. Hal ini terjadi saat dirinya dan rekan-rekannya mengevakuasi sejumlah korban banjir di Kampung Pulo, Jumat (18/1/2013) pagi.
Menurut Susnadi, kisah ini berawal saat petugas mendapat laporan dari suami korban yang menyatakan istrinya mulas-mulas seperti hendak melahirkan dan ingin segera dievakuasi. Dengan perahu karet, petugas kemudian mendatangi korban yang bertahan di lantai atas rumahnya yang terendam banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepanikan sempat terjadi, karena sang ibu hamil tersebut mengaku mulasnya semakin menjadi. Muncul kekhawatiran bahwa dia akan melahirkan di atas perahu. Petugas pun bergegas membawanya dengan menyusuri sungai. Rumah korban dan posko berjarak sekitar 1 km jika ditempuh melalui sungai.
"Di atas perahu hampir melahirkan. Tapi untungnya segera tiba, jadi kita bawa ke ambulans dan kemudian dibawa ke puskemas terdekat," tuturnya.
Berhasil menyelamatkan ibu hamil tersebut, petugas pun merasa lega. Susnadi menambahkan, selama ini korban memilih tetap tinggal di rumahnya karena mengira air akan surut dalam beberapa hari. Namun ternyata tidak demikian.
Susnadi menyebut cukup banyak korban banjir yang memilih bertahan di rumah masing-masing hingga saat ini. Kebanyakan warga beralasan menjaga barang-barang mereka di rumah.
Warga yang masih memilih bertahan tersebut menempati lantai-lantai atas rumah mereka. Ada yang di lantai dua maupun lantai tiga. Mereka tetap bertahan meski tidak ada akses listrik dan air bersih di rumah mereka.
"Tinggi air sekitar 3 meter. Mereka bertahan di lantai-lantai tertinggi rumah mereka," jelasnya.
(nvc/nrl)











































