Boyce Datangi Mabes Polri, Minta Tersangka Newmont Dibebaskan
Senin, 27 Sep 2004 17:04 WIB
Jakarta - Setelah komplain kepada Presiden Megawati, Dubes AS Ralph L.Boyce ganti mendatangi Mabes Polri. Maunya ketemua Kapolri Da'i Bachtiar, tapi Da'i menolak karena sedang rapat intern.Akhirnya, Boyce pun cukup puas menjenguk tersangka pencemaran Teluk Buyat yaitu lima petinggi PT Newmont Minahasa Raya (NMR) selama 15 menit di Rutan Mabes Polri, Jl.Trunojoyo,Jaksel, Senin (27/9/2004). Boyce ke Mabes Polri untuk mendesak agar warganya yang segera ditangguhkan penahannya. Seperti diketahui, tersangka yang ditahan terdiri dari seorang warga AS, seorang warga Australia dan 3 WNI.Usai menjenguk tahanan, Boyce menggelar jumpa pers didampingi Public Affairs Concellor Charles Silver dan Konselor Kedubes Australia, Graham Swiff.Namun Boyce menolak bila permintaannya itu adalah bentuk intervensi AS terhadap proses hukum yang berlangsung di Mabes Polri. Karena menurutnya, kelima orang itu tidak mungkin melarikan diri.Ditambahkan, Newmont akan membantu penyidikan yang dilakukan Mabes Polri. "Pertama-tama, tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun. Kami menghormati prosedur hukum di Indonesia dan seiring berjalannya proses hukum ini, kami mengharapkan ada penyelesaian yang pantas. Tidak ada tekanan apa pun. Kami ke sini bukan unuk melakukan tekanan," kaya Boyce."Kami tidak percaya kelima orang ini kabur. Sebab Newmont secara aktif membantu penyelidikan dan saya percaya Newmont akan terus membantu, sehingga sangat jelas kelimanya sangat tidak perlu ditahan," sambungnya.Boyce berharap mudah-mudahan ada segera keputusan pasti atas permintaan formal melakui Newmont sehingga sehingga ditangguhkan penahanannya. "Kami menunggu jawaban dari permintaan tersebut, sehingga para tahanan bisa dibebaskan secepatnya," ujar pria yang segera berakhir masa baktinya di Indonesia ini.Boyce juga menekankan bahwa investasi AS di Indonesia tidak berpengaruh akibat kasus itu.
(nrl/)











































