"Kami hanya bisa mengizinkan kapal untuk berlayar di siang hari. Itu pun kalau cuaca agak membaik. Tapi, kalau jarak kapal yang memakan waktu untuk bermalam di lautan, kami belum mengizinkan. Kondisi lautan kadang berubah tiba-tiba," ujar Kepala Adpel Cabang Ambon, Kapten Ali Ibrahim, kepada di kompleks Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Jumat (18/1/2013).
Dalam sepekan terakhir, terjadi penumpukan calon penumpang penyeberangan antar pulau di Ambon. Pantauan detikcom, KM Bada Leon dan KM Elisabet dari Pulau Buru, disesaki ratusan penumpang, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Sebagian besar di antaranya PNS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramli 'telantar' bersama istri dan kedua anaknya yang masih berumur 6 tahun dan 9 tahun.
Hal yang sama dialami Ilyas Tasijawa (43). "Saya sudah empat hari tunggu di pelabuhan. Mau ke pulau Buru. Belum ada kapal yang berlayar. Ada larangan karena ombak tinggi dan angin. Rencananya nanti siang berangkat," kata Ilyas.
Sementara itu, meskipun pelayaran telah dibuka, Syahbandar Ambon masih memberlakukan sistem buka tutup dengan volume berlayar tiga sampai enam jam per hari. Itu pun kapal tidak diberangkatkan di malam hari, karena dinilai rawan mengingat perairan Maluku belum kembali normal.
(han/trw)











































