Gita Wirjawan Siap Jelaskan Soal Dana Century ke Timwas

- detikNews
Jumat, 18 Jan 2013 03:57 WIB
Jakarta - Gita Wirjawan pernah dituding anggota DPR menikmati dana Century. Gita siap menjelaskan hal itu jika dipanggil oleh Timwas Century.

"Kalau dipanggil saya akan jelaskan," kata Gita di Istana Negara, Kamis (17/1/2013).

Menurut Gita, seharusnya Timwas tidak memerlukan penjelasan darinya sebab, kasus itu sudah diselidiki oleh Polri. Gita juga heran ada perbedaan kesimpulan para anggota Timwas dengan Polri.

"Berdasarkan laporan dari Bareskrim, itu kepolisian sudah mengeluarkan statement. Mereka jelas sekali, terkait dengan pengambil alihan lahan GNU," jelasnya.

Sebelumnya PT Ancora Land sudah menjelaskan bahwa tak pernah menerima dana talangan Bank Century. Ancora membantah tudingan yang dilakukan Timwas Century terkait aliran dana Century ke PT Graha Nusa Utama. Ancora baru pada 2010 menjadi pemegang saham mayoritas PT GNU.

"Ancora tidak memiliki hubungan hukum dengan pengurus lama GNU dan NUS. Dan, Ancora Land baru resmi menjadi pemegang saham mayoritas di GNU dan NUS sejak Oktober 2010. Jadi, Ancora Land tidak pernah menerima aliran dana dari Bank Century melalui PT GNU sebagaimana dituduhkan pihak-pihak tertentu," kata Direktur Ancora Land, Pungky Irawan dalam keterangannya, Sabtu (15/12/2012).

Seperti disebutkan anggota Timwas Century dari Fraksi PDIP Hendrawan Pratikno menyebut adanya inidikasi aliran dana Century ke PT Ghara Nusa Utama yang sebagian sahamnya dimiliki oleh PT Ancora Land dan PT Uni Menara Komunikasi yang merupakan perusahaan milik Gita Wirjawan.

Nah, pernyataan itu yang dibantah pihak Ancora Land. Sejak 2010, Ancora baru mengambil saham mayoritas, sedang soal aliran dana yang disebutkan, pihak Ancora tak tahu menahu.

"Bahwa sebelum Januari 2008, Ancora tidak memiliki hubungan hukum dengan pengurus lama GNU dan NUS. Pada tahun 2010 dan 2011, Ancora Land telah mengeluarkan sejumlah dana ke GNU dan NUS untuk menyelesaikan kewajibannya kepada Yayasan Fatmawati," jelas Pungky.

"Transaksi secara resmi baru dilakukan pada Oktober 2010 dengan melakukan pembelian kepemilikan saham GNU dan NUS melalui PT Ancora Land dan PT Uni Menara Komunikasi, yang merupakan anak usaha Ancora Grup. Sejak saat itu Ancora menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen kepemilikan saham (dengan nilai pari Rp 5,1 miliar). Sampai dengan transaksi ini dilakukan, status kepemilikan GNU dan NUS atas tanah Fatmawati adalah sah secara hukum," jelas Pungky lagi.



(mpr/fdn)