Istri Irun Hidayat Bantah Suaminya Terlibat Bom Kedubes

Istri Irun Hidayat Bantah Suaminya Terlibat Bom Kedubes

- detikNews
Senin, 27 Sep 2004 16:12 WIB
Jakarta - Ima, istri Irun Hidayat tersangka bom di depan Kedubes Australia menjenguk suaminya yang mendekam di ruang tahanan Badan Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Ima minta suaminya segera dibebaskan.Ima datang dengan menggendong putrinya Ajsa (4) dan menggandeng putranya Ijan (7) di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/9/2004). Turut mendampingi Akhmad Purnama dari Forum Silaturahmi Ormas Islam Kabupaten Kerawang dan adik laki-lakinya."Saya sebagai istri Irun Hidayat mengklarifikasi bahwa Irun adalah pelaku bom bunuh diri. Kemudian, Irun adalah otak pengeboman semua itu bohong. Dia hanya dimanfaatkan oleh orang yang kenal dengan Irun dan dia juga tidak pernah tahu siapa yang dikontrakinnya," ungkap Ima."Saya ingin secepatnya suami saya dibebaskan karena dia tidak pernah tahu rencana mereka dan dia tidak pernah terlibat. Dia hanya dimanfaatkan," lanjutnya.Sebelumnya, Mabes Polri menetapkan seorang tersangka berinisial I alias A alias Ag sebagai tesangka kelima bom di depan Kedubes Australia. I berpamitan kepada istrinya melalui surat untuk mati syahid.Akhmad Purnama dari Forum Silaturahmi Ormas Islam Kabupaten Kerawang menambahkan Irun Hidayat dalam kondisi baik dan tidak tertekan.Dalam kesempatan itu, menurut Akhmad, Irun membantah terlibat bom Kedubes Australia."Sumpah demi Allah saya tidak melaksanakan hal itu," kata Akhmad meniru ucapan Irun.Dikatakan Akhmad, Irus sehari-hari bekerja sebagai ustads di kawasan Cikampek Selatan dan aktif di gerakan muslim yang senantiasa mengkritisi kebijakan pemerintah Kabupaten Kerawang.Forum Silaturahmi Ormas Islam Kabupaten Kerawang, lanjut Akhmad, turut mendampingi setelah Ima mengadukan suaminya hilang."Kita kedatangan istri Irun Hidayat. Dia mengadu suaminya hilang dan kita mencoba mencari informasi. Setelah ada seorang aktivis gerakan Islam yang digerebek oleh polisi, kita tahu dari situ bahwa Irun telah ditangkap.Alasan penahanannya kita tidak tahu," kata Akhmad. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads