Warga Perancis Tewas, Polisi Saudi Bentrok dengan Militan

Warga Perancis Tewas, Polisi Saudi Bentrok dengan Militan

- detikNews
Senin, 27 Sep 2004 15:09 WIB
Jakarta - Aparat kepolisian Arab Saudi terlibat baku tembak dengan para tersangka militan di ibukota Riyadh, kurang dari 24 jam setelah seorang warga negara Perancis tewas di kota Jeddah. Pejabat-pejabat Saudi menyebut insiden tersebut sebagai serangan "teroris".Suara tembakan terdengar silih berganti dari selatan daerah Riyadh. Sumber-sumber keamanan membenarkan bahwa pertempuran antara polisi Saudi dan para tersangka militan terjadi di daerah tersebut. Sejauh ini belum jelas ada tidaknya korban jiwa dalam kontak senjata itu.Bentrokan di Riyadh itu terjadi setelah terbunuhnya Laurent Barbot, seorang pekerja perusahaan elektronik pertahanan Perancis, Thales. Pria berusia 45 tahun itu tewas ditembak beberapa penyerang tidak dikenal. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (27/9/2004).Ini merupakan penembakan warga Barat kedua kalinya di negeri kaya minyak itu dalam waktu kurang lebih dua pekan terakhir. Pihak Thales menyatakan tidak tahu mengapa asisten teknisnya itu dibunuh. Barbot merupakan satu di antara 250 pegawai dalam kelompok Thales yang bekerja di Saudi."Kami tidak punya detail mengenai serangan yang sangat buruk ini," tukas kepala Thales Jean-Paul Perrier kepada AFP di Paris, Perancis. "Kami tidak tahu apakah itu serangan acak atau terencana," imbuhnya.Namun Kementerian Dalam Negeri Saudi membenarkan bahwa pemerintah menganggap pembunuhan itu sebagai aksi terorisme. "Kami bisa katakan lewat investigasi awal bahwa itu serangan teroris," tandas juru bicara kementerian Mansur al-Turki.Sebelumnya, pada 15 September lalu, seorang warga negara Inggris tewas dalam penembakan di Riyadh. Ia bekerja untuk perusahaan telekomunikasi Marconi. Serangkaian aksi pembunuhan warga Barat telah lama marak terjadi di Saudi. (ita/)


Berita Terkait