Golput di Ambon Bengkak Jadi 25%
Senin, 27 Sep 2004 14:42 WIB
Ambon - Sebanyak 188.036 pemilih di Ambon atau sekitar 25,07 persen tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Jumlah ini mengalami peningkatan drastis jika dibandingkan dengan pilpres putaran pertama yang hanya mencapai 43.982 pemilih.Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kota Ambon, Nus Kainama, kepada detikcom di ruang kerjanya, Senin (27/9/2004). "Ini menunjukkan angka golput mengalami peningkatan. Dan partisipasi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi politiknya juga menurun," kata Kainama.Dikatakan Kainama, pihaknya sudah menerima hasil rekapitulasi perhitungan suara akhir dari tiga panitia pemilihan kecamatan (PPK), masing-masing kecamatan Sirimau, Baguala dan Nusanive. "Hari ini kami akan lakukan rekap final di KPU. Dan hari ini kami akan masukkan rekap finalnya ke KPU provinsi," ungkapnya.Sesuai data yang masuk dari 3 PPK di Ambon, lanjut Kainama, pasangan Mega-Hasyim mengungguli pasangan SBY-JK di dua kecamatan yakni Baguala dan Nusaniwe, sementara pasangan SBY-JK unggul di Kecamatan Sirimau.Terkait pernyataan Mega Center bahwa ada pelanggaran di TPS 12 dan 14 desa Batu Merah seperti dilansir media elektronik nasional, Kainama membantahnya. "Tidak ada penggelembungan suara di TPS-TPS tersebut. Dan kami sudah langsung mengecek kebenarannya. Yang ada adalah penambahan pemilih dan itu pun dilakukan usai pemilih yang terdaftar awal menyampaikan suaranya. Dan pemilih tambahan hanya delapan orang," bantahnya.
(nrl/)











































