Eks Advokat SMPN 56 Bantah Kongkalingkong dengan Sutiyoso

Eks Advokat SMPN 56 Bantah Kongkalingkong dengan Sutiyoso

- detikNews
Senin, 27 Sep 2004 14:10 WIB
Jakarta - Mantan anggota tim advokasi SMPN 56 Melawai, Liestyati Sugeng Haryono, membantah telah mempengaruhi orang tua murid dan siswa untuk pindah dari SMPN 56. Ia juga membantah telah kongkalikong dengan Gubernur DKI Sutiyoso.Demikian pernyataan Liestyati dalam jumpa pers di sebuah tempat di Senayan, Jakarta, Senin )27/9/2004), untuk menanggapi pemberitaaan bahwa dirinya kongkalingkong dengan Sutiyoso dan mempengaruhi murid SMPN 56 yang masih bertahan untuk pindah ke SMPN 12 dan 13 di Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru.Menurut Lies, tuduhan ini merupakan pencemaran nama baik. "Mereka menuduh tanpa ada bukti yang jelas. Itu jelas merupakan pencemaran nama baik. Dan ini jelas merupakan pembunuhan karakter terhadap saya. Kalau mereka ada bukti silakan, tidak ada masalah."Ditegaskan Lies, ia tidak pernah mengajak orang tua murid untuk memindahkan anaknya dari SMPN 56. "Mereka yang meminta saya, minta tolong anaknya mau pindah. Sebagai tanggung jawab moral bagaimana pun ini anak usai wajib belajar sembilan tahun."Menurut Lies, ia membantu semua murid yang ingin pindah sekolah. Sesuai janji Dinas Pendidikan DKI Jakarta, terhadap siswa yang pindah diberikan beasiswa. "Jadi tidak ada bargaining. Buktikan kalau ada bargaining," tukasnya.Ditanya kenapa dulu getol memperjuangkan kelangsungan SMPN 56 tapi sekarang malah menilai SMPN 56 tidak layak lagi, Lies menegaskan ia tidak pernah menyebutkan sepertu itu. "Yang dimaksud layak itu sarana dan fasilitas yang dimiliki sekolah," katanya.Menurut Lieas, kualitas pembelajaran di SMPN 56 memang tidak memadai. "Begitu merasa tertinggalnya anak-anak ketika mereka masuk sekolah yang baru. Hal tersebut menunjukkan kualitas pendidikan di sana. Apalagi dengan adanya sistem kurikulum berbasis kompetensi. Tidak semua pengajar memiliki sertifikat ke arah sana," ujarnya.Sementara tentang pertemuan dengan Gubernur DKI Sutiyoso, menurut Lies, itu terjadi pada Jumat 17 September dengan difasilitasi oleh Komnas Perlindungan Anak. Dan Komnas hanya mewujudkan keinginan para orang tua murid SMPN 56 untuk bertemu Sutiyoso."Pertemuan difasilitasi oleh Komnas Perlindungan Anak. Bukan melalui saya. Kapasitas saya mewakili Komnas Perlindungan Aanak karena Kak Seto (Seto Mulyadi) tidak bisa hadir," demikian Liestyati Sugeng Haryono. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini