Dubes AS Komplain ke Mega Warganya Ditahan Kasus Newmont

Dubes AS Komplain ke Mega Warganya Ditahan Kasus Newmont

- detikNews
Senin, 27 Sep 2004 13:31 WIB
Jakarta - Dubes AS untuk Indonesia Ralph L Boyce menemui Presiden Mega. Boyce mengaku prihatin dengan adanya penahanan terhadap warga negara AS dalam kasus pencemaran lingkungan Teluk Buyat oleh PT Newmont Minahasa Raya."Kami baru saja mendiskusikan masalah Newmont. Kami prihatin terhadap warga negara saya, karena ini perusahaan AS, dan penyelidikan sedang berlangsung. Kami khawatir dengan penahanan yang sekarang sedang berjalan. Kami merasa itu tidak pantas dilakukan."Demikian tukas Boyce kepada wartawan usai bertemu Mega untuk mendiskusikan masalah tersebut di Istana Negara jalan Veteran Jakarta Pusat, Senin (27/9/2004).Boyce mengaku bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dirinya yakin akan ditemukan jalan keluar terbaik.Masalah ini akan berpengaruh terhadap investasi AS ke Indonesia? "Ini terlalu dini, karena investasi di Indonesia merupakan isu yang sangat penting. Saya percaya Indonesia tempat yang baik dan memiliki prospek yang baik untuk industri, baik untuk orang Indonesia maupun asing. Untuk itu kita akan selesaikan masalah ini secara baik-baik," ujarnya.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menambahkan, dalam pertemuan tadi, Boyce menanyakan soal warganya yang ditahan dalam kasus tersebut. Dijelaskan, sampai sekarang masih ada satu warga AS dan satu warga Australia yang ditahan."Nanti saya bersama Dubes AS dan Australia akan ke Mabes Polri untuk membahas hal tersebut. Sekarang ini telah dibentuk Tim Investigasi yang dipimpin oleh Menneg LH. Tim ini dulu dibentuk berdasarkan Rakor Polkam. Tadi Presiden sudah mendengarkan laporan dari Menko Polkam. Jadi karena ini menyangkut AS dan Australia, maka akan diselesaikan secepatnya," katanya.Mabes Polri menetapkan 6 tersangka dalam kasus pencemaran lingkungan Teluk Buyat oleh Newmont. Mereka adalah Presiden Direktur Richard Ness, Manajer Maintenance dan Produksi Phil Turner, Site Manager Bill Long, Manajer Hubungan Eksternal David Sompie, Manajer Lingkungan Jerry Kounjansow, dan Manajer Pengolahan Limbah Putra Wijayatri. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads