PDIP Jabar Minta Mega Tindak Fungsionaris yang Mbalelo
Senin, 27 Sep 2004 13:18 WIB
Jakarta - DPD PDIP Jawa Barat meminta Ketua umum PDIP Megawati mengambil sikap tegas terhadap fungsionaris partai yang tidak mendukung keputusan partai dalam pelaksanaan pemilu presiden. DPD Jabar juga meminta segenap jajaran partai di Jabar agar tidak terlibat dalam provokasi dukung- mendukung atau mendiskreditkan fungsionaris DPP PDIP.Seruan ini Sekretaris DPD PDIP Jabar Ucok Haris Maulana Yusuf yang didampingi ketuanya Rudi Harsya Tanaya dalam jumpa pers di kantor DPP PDIP, Jl. Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2004).Dalam pernyataan sikapnya itu DPD PDIP Jabar menegaskan pencalonan Mega sebagai presiden merupakan keputusan tertinggi partai, yakni Konggres PDIP. Untuk itu segenap jajaran partai sampai tingkat kader untuk mendukung sepenuhnya."Dan sekarang pilpres putaran kedua belum berakhir. Untuk itu sikap resmi Megawati dan Hasyim Muzadi masih menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU. Ini mencerminkan sikap yang taat asas dan menjunjung tinggi etika politik," kata Ucok.Kekalahan dan kemenanan dalam pilres, lanjut Ucok, merupakan konsekuensi dari sebuah pertarungan politik. Dan semua kader harus menghormati itu.Ucok, dengan mengamati situasi politik yang berkembang saat ini, menilai saat ini ada upaya sistematis oleh pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan dan melakukan delegitimasi parpol dengan tujuan untuk memecah belah partai."Untuk itu kami meminta kepada ketua umum dan jajaran DPP mengambil tindakan tegas terhadap fungsionaris yang tidak mendukung keputusan partai. Serta menindak fungsionaris partai yang melakukan provokasi dan memobilisasi massa untuk menentang keputusan partai baik selama atau setelah pilpres," demikian Ucok Haris Maulana Yusuf.
(gtp/)











































