Suara Manual di Bali, Mega-Hasyim Unggul 67,27%
Senin, 27 Sep 2004 12:54 WIB
Denpasar - Perhitungan suara manual di Bali usai sudah. Mega-Hasyim unggul 67,27 persen. Saksi SBY-JK meneken berita acara dengan 18 catatan.Demikian yang mengemuka dalam rapat pleno perhitungan suara manual Pilpres di Bali yang berlangsung di Kantor KPUD Bali jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Senin (27/9/2004).Turut hadir seluruh ketua dan anggota KPUD Bali, Panwas Pemilu Bali, KPU Kabupaten/Kota se-Bali, Saksi SBY-JK yang juga Ketua Tim Sukses SBY-JK di Bali Jro Gede Karang Tangkid Suarsana, saksi Mega-Hasyim Ida Bagus Astawa Manuwaba, dan beberapa organisasi masyarakat.Mega menang di seluruh kota dan kabupaten se-Bali dengan 1.246.521 suara atau 67,27 persen. Sedangkan SBY-Kalla memperoleh 755.432 suara atau 37,73 persen.Jumlah pemilih di Bali 2.539.544 orang. Suara sah 2.022.081 atau 79,62 persen. Suara tidak sah 20.128 atau 0,99 persen. Golput 571.463 atau 20,38 persen. Jumlah TPS 686, PPK 55, dan 9 KPU Kabupaten/Kota."Jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih pada Pilpres putaran dua meningkat dari Pilpres putaran pertama 18,60 persen. Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut," kata Ketua KPUD Bali Anak Agung Oka Gede Wisnumurti.Antara lain, tutur dia, belum sempurnanya pemutakhiran data bagi pemilih yang meninggal dunia dan pemilih yang pindah ke TPS lain. Kemudian ada mobilitas pemilih di daerah perkotaan, mengingat hari H pencoblosan secara kebetulan merupakan hari baik bagi umat Hindu di Bali untuk mengadakan upacara Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, dan Manusa Yadnya.Kedua saksi kandidat Pilpres putaran dua menerima hasil perhitungan suara manual dan menandatangani berita acara. Hanya saja, saksi SBY-JK menyantumkan 18 catatan keberatan yang dibacakan Wisnumurti dalam rapat pleno.Antara lain keberatan terhadap Bupati badung Anak Agung Ngurah Ratmadi yang juga kader PDIP pada 19 September melakukan black campaign terhadap SBY-JK di sela-sela acara persembahyangan di Pura Tanjung Benoa Kuta. Pada saat itu dia menyebarkan brosur 10 alasan tidak memilih SBY-JK.Kemudian ada intimidasi terhadap saksi SBY-JK yang dihalang-halangi untuk tidak hadir di TPS di Tabanan, ada iming-iming di Badung oleh oknum massa pendukung Mega-Hasyim, dan ada beberapa KPPS yang melakukan pelanggaran, antara lain membuka segel surat suara sebelum pemilihan.
(sss/)











































