Seperti yang dilakukan beberapa warga Kampung Melayu, Jakarta Selatan. Bermodal bilah-bilah papan, meereka membangun 'jembatan' antar pembatas jalan yang dapat dilalui pengendara kendaraan bermotor roda dua. Sudah pasti pengguna jembatan darurat ini tidak lupa 'membayar' uang tol.
"Ini jalan alternatif ke Cawang dan Cilitan," teriak Adi, salah seorang 'pengusaha jembatan' yang beroperasi tak jauh dari flyover Kampung Melayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau terkumpul lagi ya dibagi-bagi lagi uangnya. Lumayan, seorang dapat Rp 50 ribu buat jajan sehari-hari," imbuhnya
Hal serupa terjadi juga di kawasan banjir yang memutuskan jalan ke terowongan Casablanca. Para warga yang tidak terkena banjir, umumnya membuat rakit yang terbuat dari sterofom.
Sementara ada juga warga yang mengunakan gerobak yang di modifikasi agar dapat memuat kendaraan bermotor. Warga sering menyebut mereka sebagai jasa ojeg air.
(edo/lh)











































