"DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenahi hingga tuntas moda transportasi jalur khusus bus (busway) TransJakarta sebelum memutuskan untuk membangun 6 ruas tol dalam kota," demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana dalam rilis yang diterima hari Rabu (16/1/2013) ini usai mengunjungi BLU TransJ di Jakarta Timur, Rabu (16/1) pagi.
Rombongan Balegda DPRD DKI meninjau BLU TransJakarta dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang transportasi. Rombongan Balegda DPRD DKI Jakarta diterima oleh pimpinan BLU di antaranya Kepala BLU TransJakarta, Akbar Muhammad dan Anton R Parera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sani menilai, dalam usianya yang ke-9, moda angkutan busway sempat memberikan harapan kepada warga DKI akan hadirnya angkutan umum yang aman, nyaman dan dapat diandalkan di tengah kemacetan Jakarta.
“Dewan sejak dulu meminta Pemprov fokus dalam memperbaiki fasilitas angkutan umum karena ini harapan besar untuk menghindari Jakarta dari kiamat kemacetan,” imbuhnya.
Namun seiring waktu, banyak bus TransJ yang rusak, jalur bus yang selalu sulit dari steril kendaraan pribadi serta kurangnya jumlah yang membuat jam kedatangan tidak dapat diandalkan, telah membuat sebagian warga kembali naik angkutan pribadi baik roda dua maupun roda empat.
“Ada banyak catatan, ada soal jumlah angkutan yang kurang, sterilisasi jalur, penyediaan BBG, juga Standar Pelayanan Minimum yang belum terpenuhi,” ujar pria yang akrab disapa Sani ini.
Menurut Triwisaksana, keterangan tentang kendala dan tantangan BLU TransJakarta yang akan segera menjadi BUMD ini, menjadi masukan berharga bagi penyusunan Raperda Transportasi.
“Tak mudah menyusun raperda tentang masalah yang kondisinya sedang akut-akutnya di Jakarta ini, itu sebabnya kami perlu hati-hati dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak,” pungkas Sani.
(nwk/nrl)











































