Datangi BLU TransJ, DPRD DKI Minta Jokowi Beresi Busway Baru Tol

Datangi BLU TransJ, DPRD DKI Minta Jokowi Beresi Busway Baru Tol

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Rabu, 16 Jan 2013 13:04 WIB
Datangi BLU TransJ, DPRD DKI Minta Jokowi Beresi Busway Baru Tol
dok detikcom
Jakarta - Badan Legislatif DPRD DKI Jakarta mengunjungi Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta pada hari Rabu (16/1/2013) ini. DPRD mendapati masih banyak kekurangan busway dari penurunan kualitas hingga penumpang.

"DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenahi hingga tuntas moda transportasi jalur khusus bus (busway) TransJakarta sebelum memutuskan untuk membangun 6 ruas tol dalam kota," demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana dalam rilis yang diterima hari Rabu (16/1/2013) ini usai mengunjungi BLU TransJ di Jakarta Timur, Rabu (16/1) pagi.

Rombongan Balegda DPRD DKI meninjau BLU TransJakarta dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang transportasi. Rombongan Balegda DPRD DKI Jakarta diterima oleh pimpinan BLU di antaranya Kepala BLU TransJakarta, Akbar Muhammad dan Anton R Parera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Triwisaksana, permasalahan yang melilit BLU TransJakarta masih banyak yang belum terselesaikan dan menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi pemerintah provinsi. Dewan, imbuhnya, menyoroti menurunnya jumlah penumpang tahun 2012 dibanding tahun 2011 sebesar 3% yang disinyalir disebabkan menurunnya kualitas pelayanan bis TransJakarta.

Sani menilai, dalam usianya yang ke-9, moda angkutan busway sempat memberikan harapan kepada warga DKI akan hadirnya angkutan umum yang aman, nyaman dan dapat diandalkan di tengah kemacetan Jakarta.

“Dewan sejak dulu meminta Pemprov fokus dalam memperbaiki fasilitas angkutan umum karena ini harapan besar untuk menghindari Jakarta dari kiamat kemacetan,” imbuhnya.

Namun seiring waktu, banyak bus TransJ yang rusak, jalur bus yang selalu sulit dari steril kendaraan pribadi serta kurangnya jumlah yang membuat jam kedatangan tidak dapat diandalkan, telah membuat sebagian warga kembali naik angkutan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

“Ada banyak catatan, ada soal jumlah angkutan yang kurang, sterilisasi jalur, penyediaan BBG, juga Standar Pelayanan Minimum yang belum terpenuhi,” ujar pria yang akrab disapa Sani ini.

Menurut Triwisaksana, keterangan tentang kendala dan tantangan BLU TransJakarta yang akan segera menjadi BUMD ini, menjadi masukan berharga bagi penyusunan Raperda Transportasi.

“Tak mudah menyusun raperda tentang masalah yang kondisinya sedang akut-akutnya di Jakarta ini, itu sebabnya kami perlu hati-hati dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak,” pungkas Sani.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads