Bentrok Dua Desa di Minahasa Selatan, Satu Warga Tewas

Bentrok Dua Desa di Minahasa Selatan, Satu Warga Tewas

Asrar Yusuf - detikNews
Rabu, 16 Jan 2013 12:54 WIB
Manado - Bentrok antar warga terjadi antara Desa Picuan Lama dan Wangga, dua desa bertetangga, di Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Akibat bentrokan ini, seorang warga tewas terkena parang.

Informasi yang dihimpun, diduga bentrok bermula dari pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pemuda Desa Picuan Lama terhadap Powel (43), warga Desa Wanga, Sabtu (12/1) pekan lalu. Lalu terjadi penghadangan setiap kendaraan dari Desa Picuan Lama yang melintasi Desa Wanga untuk mencari pelaku pengeroyokan, pada Selasa (14/1) pagi.

Aksi ini memancing kemarahan warga Desa Picuan Lama yang kemudian melakukan penyerangan menggunakan parang, panah wayer, tombak dan batu, siang harinya, sekitar pukul 14.30 WITA. Sekitar 70 pohon cengkih, tempat penyulingan cap tikus milik warga Desa Wanga dibongkar massa.

Bentrok pun tak terhindarkan. Kedua kubu terlibat aksi saling serang diperbatasan kedua desa, tepatnya di sekitar SMP Inspirasi Desa Wanga. Bentrok sempat mereda setelah 40 aparat kepolisian bersenjata dari Polsek Motoling dan Polres Minahasa Selatan turun ke lokasi kejadian.

Informasi yang diterima, dua warga Desa Wangga, Joyke Tanda dan Vijay Pele, menderita luka terkena peluru senapan angin. Keduanya dilarikan ke Puskesmas Motoling untuk mendapatkan perawatan. Sementara seorang warga Desa Wangga lainnya, Jayus Rumengan (38), ditemukan tewas tergeletak di semak-semak perkebunan Desa Picuan, pada Rabu (16/1/2013) pagi.

Sampai siang ini, polisi masih diterjunkan ke lokasi, menyekat perbatasan kedua desa tersebut untuk menghindari bentrokan atau pun serangan susulan dari kedua desa tersebut. Pemerintah setempat bersama tokoh masyarakat sedang berusaha menenangkan kedua kubu yang bertikai.

(ndr/ndr)


Berita Terkait