Informasi yang dihimpun, diduga bentrok bermula dari pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pemuda Desa Picuan Lama terhadap Powel (43), warga Desa Wanga, Sabtu (12/1) pekan lalu. Lalu terjadi penghadangan setiap kendaraan dari Desa Picuan Lama yang melintasi Desa Wanga untuk mencari pelaku pengeroyokan, pada Selasa (14/1) pagi.
Aksi ini memancing kemarahan warga Desa Picuan Lama yang kemudian melakukan penyerangan menggunakan parang, panah wayer, tombak dan batu, siang harinya, sekitar pukul 14.30 WITA. Sekitar 70 pohon cengkih, tempat penyulingan cap tikus milik warga Desa Wanga dibongkar massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang diterima, dua warga Desa Wangga, Joyke Tanda dan Vijay Pele, menderita luka terkena peluru senapan angin. Keduanya dilarikan ke Puskesmas Motoling untuk mendapatkan perawatan. Sementara seorang warga Desa Wangga lainnya, Jayus Rumengan (38), ditemukan tewas tergeletak di semak-semak perkebunan Desa Picuan, pada Rabu (16/1/2013) pagi.
Sampai siang ini, polisi masih diterjunkan ke lokasi, menyekat perbatasan kedua desa tersebut untuk menghindari bentrokan atau pun serangan susulan dari kedua desa tersebut. Pemerintah setempat bersama tokoh masyarakat sedang berusaha menenangkan kedua kubu yang bertikai.
(ndr/ndr)











































