Biadab! Perampok Sikat Harta & Perkosa Ibu Guru di Kutai

Biadab! Perampok Sikat Harta & Perkosa Ibu Guru di Kutai

Robert - detikNews
Rabu, 16 Jan 2013 12:12 WIB
Kutai - Seorang ibu guru di Kutai Kartanegara, Kaltim dirampok dan diperkosa 5 pelaku di rumahnya. Saat peristiwa terjadi sang suami tengah tertidur pulas. Pihak kepolisian masih memburu para pelaku perampokan sadis itu.

Peristiwa itu terjadi Selasa (15/1) sekitar pukul 03.30 WITA. 3 Pelaku masuk ke rumah korban setelah merusak pintu belakang. Sejumlah barang berharga milik korban seperti laptop, telepon selular dan uang Rp 450 ribu digondol pelaku.

"Saat itu, korban berada di dalam kamar, suaminya tertidur pulas di depan televisi di ruang depan," kata Kasubbag Humas Polres Kutai Kartanegara Iptu Suwarno, saat dihubungi detikcom, Rabu (16/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak puas sampai di situ, perampok kemudian menyeret korban yang terbangun dan terkejut dengan aksi kriminal itu. Korban yang masih berusia 29 tahun itu dibawa ke belakang rumahnya, di bawah ancaman senjata tajam samurai.

"Dua pelaku lainnya, sudah menunggu di belakang rumah. Korban diperkosa di belakang rumahnya oleh kelima pelaku," ujar Suwarno.

"Setelah pelaku meninggalkan korban, korban baru membangunkan suaminya. Suaminya baru tahu kejadian menimpa istrinya setelah dibangunkan istrinya itu," tambahnya.

Sekadar diketahui, sepekan menjelang akhir 2012 lalu, 2 kasus perampokan terjadi di Loa Ipuh, Kutai Kartanegara, 25 Desember 2012 dinihari. Seorang korban dari 2 kasus di tempat berbeda itu, juga diperkosa oleh 3 kawanan perampok. Melihat kasus itu, Suwarno belum bisa memastikan pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap sang guru berasal dari pelaku yang sama.

"Belum bisa dipastikan apakah peristiwa yang di Loa Ipuh itu adalah pelaku yang sama dengan kejadian di Desa Purwajaya. Sekarang tim serse masih di lapangan, melakukan penyelidikan," tegas Suwarno.

"Kami belum kantongi ciri-ciri pelaku, tapi korban mengenal logat bahasa salah seorang dari 5 pelaku. Sementara ini, tim Ditreskrim Polda belum kita minta bantuan. Sekarang masih tim gabungan Polsek Loa Janan dan Polres Kutai Kartanegara yang menyelidikinya," tutupnya.

(ndr/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini