"Evakuasi masih akan terus dilakukan hingga warga tidak ada yang meminta evakuasi kembali," kata Pimpinan Tim SAR tersebut, Bambang Sulistyo, yang ditemui di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2013) pukul 23.45 WIB.
Bambang menuturkan timnya telah melakukan evakuasi sejak siang hari. Mereka menggunakan sebuah perahu motor dan dua perahu karet milik dinas pemadam kebakaran Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi timnya dalam melakukan evakuasi di Kampung Pulo. Di antaranya adalah banyaknya pohon bambu yang tinggi dan merintangi jalur evakuasi di daerah tersebut. Ketinggian air yang terus meningkat juga menjadi kendala tersendiri bagi tim yang tak kenal lelah itu.
"Kendala lainnya sampah-sampah yang menyangkut di motor perahu, sehingga perahu sempat tidak bisa berjalan," ujar Bambang.
Tim SAR juga menemui kesulitan untuk mengevakuasi warga yang tinggal di gang sempit. Perahu yang digunakan tak bisa menjangkau rumah-rumah yang berada di gang. Solusinya mereka membuat rakit bambu. Setelah diangkut menggunakan rakit bambu, barulah mereka dipindahkan ke perahu karet yang telah menunggu di mulut gang.
Kendala lainnya adalah tak didengarnya imbauan Tim SAR yang telah meminta warga Kampung Pulo untuk mengungsi sejak siang. "Sebenarnya dari siang tadi kami sudah mengimbau warga agar mereka mengungsi, tapi mereka kebanyakan masih bertahan, umumnya yang ada di lantai dua. Sekarang ketika air sudah makin tinggi baru mereka minta dievakuasi," ujar Bambang.
Hingga saat ini Tim SAR yang dipimpin Bambang masih melakukan evakuasi. Saat wawancara berlangsung ada satu perahu karet yang baru saja tiba membawa dua orang dewasa dan tiga balita dari arah permukiman. Warga yang telah dievakuasi diungsikan ke kantor RW, Sudinkes, RS Hermina, Mushola, dan GOR Jaktim.
"Kalau pemadam kebakaran pantang pulang sebelum padam, kami pantang pulang sebelum surut," pungkas Bambang.
(tor/mok)











































