Dilanda Kisruh, PDIP Jumpa Pers Pukul 12.00 WIB
Senin, 27 Sep 2004 11:09 WIB
Jakarta - Puluhan simpatisan PDIP yang kecewa terhadap kekalahan Mega-Hasyim masih bertahan di seberang kantor DPP PDIP. Rencananya, DPP PDIP akan memberikan keterangan resmi siang nanti."Tidak diliburkan, malah nanti ada rapat para pengurus pukul 12.00 WIB dan akan memberi keterangan resmi," kata Humas Sekretariat DPP PDIP Johanes Hadianto menjawab apakah aktivitas staff DPP PDIP diliburkan menyusul aksi massa pendudukan kantor DPP PDIP di kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2004). Namun demikian, Hadianto tidak menjelaskan keterangan resmi apa yang akan diberikan jajaran pengurus DPP PDIP pada siang nanti.Kekisruhan di tubuh PDIP semakin memanas setelah elit PDIP saling melontarkan tudingan atas kekalahan Mega-Hasyim dalam pilpres putaran kedua. Ketua DPP PDIP Kwik Kian Gie menuding kekalahan Mega-Hasyim merupakan kesalahan "The Gang of Three" yakni Sutjipto, Pramono dan Gunawan. Kwik menuntut digelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membersihkan PDIP dari kader busuk. Sebaliknya, Sutjipto membalas pembusukan di tubuh PDIP justru oleh Kwik Kian Gie.Simpatisan PDIP berasal dari Bandung, Bogor, Jakarta dan Depok yang sejak Minggu (26/9/2004) mendatangi kantor PDIP mengaku akan tetap bertahan hingga perwakilan mereka diterima oleh pengurus DPP PDIP.Massa yang semula berjumlah seratusan orang, kini tinggal puluhan orang saja. Mereka sebagian terlihat sedang duduk-duduk dan tidur-tiduran di tenda yang dibangun di seberang DPP PDIP. Tampak spanduk besar bertuliskan 'Sutjipto, Pramono dan Gunawan mundur atau kami gusur' dibentangkan di tenda tersebut."Idealnya memang Sutjipto yang masuk tim sukses harus bertanggung jawab dan berjiwa besar. Jangan malah menghantam Kwik. Kami bukan bela Kwik tetapi hanya ingin agar Sutjipto menerima kami ya minimal salah satu struktur PDIP.Kami baru akan pulang," ujar salah seorang simpatisan PDIP asal Bandung yang enggan disebut namanya.Keamanan kantor DPP PDIP diperketat, ratusan satgas PDIP berpakaian ala militer tampak berjaga-jaga mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
(aan/)











































