Uji DNA Rampung, Keluarga 5 Terduga Teroris NTB Datangi RS Polri

Uji DNA Rampung, Keluarga 5 Terduga Teroris NTB Datangi RS Polri

- detikNews
Selasa, 15 Jan 2013 19:20 WIB
Uji DNA Rampung, Keluarga 5 Terduga Teroris NTB Datangi RS Polri
Jakarta - Kedokteran Kepolisian telah merampungkan identifikasi dan pembanding jasad lima terduga teroris yang ditembak mati di Nusa Tenggara Barat (NTB). Terkait pemakaman lima jasad tersebut, polisi menyerahkannya kepada pihak keluarga.

"Baru hari ini diselesaikan uji pembanding kelima jenazah terduga teroris yang tewas dalam penyergapan di NTB oleh tim Kedokteran Kepolisian," kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi detikcom, Selasa (15/1/2013).

Hari ini, Boy melanjutkan, pihak keluarga dari para terduga teroris tersebut telah mendatangi rumah sakit Polri di Kramatjati, Jakarta Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti antara pihak rumah sakit dan penyidik akan mengkomunikasikan kepada pihak keluarga, apakah jasad tersebut akan dibawa pulang ke kampung halaman atau kita (Polri) yang akan membantu proses pemakaman, pembicaraannya belum final, kalau dari Polri menawarkan pemakaman di Pondok Rangon," ujar Boy.

Seperti diketahui, Jumat (4/1) pekan lalu, Densus 88/Antiteror menembak mati dua teroris gaek yang selama ini menjadi target buruan. Mereka adalah Abu Uswah dan Hasan alias Khalil yang teridentifikasi terlibat serangkaian aksi teror di Poso, Sulteng, dan penembakan yang menewaskan empat personel Brimob Polda Sulteng.

Keduanya ditembak di muka Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Barang bukti yang ditemukan adalah granat aktif dan senjata api. Di hari yang sama, di Terminal Daya, Makassar, Densus juga menangkap Thamrin dan Arbain yang sempat meloloskan diri saat penggerebekan di depan Masjid Nurul Alfiat.

Di Dompu, NTB, Jumat (4/1), Densus menembak mati dua teroris bernama Roy dan Bachtiar. Keduanya melawan petugas saat akan ditangkap. Pengejaran terus berlanjut, keesokan harinya, tiga orang teroris ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB. Dari tiga orang yang tewas ini, satu sudah teridentifikasi atas nama Andi.

Rabu (9/1) , Densus 88/Antiteror melakukan penggeledahan bertahap di lokasi pengungkapan teroris di Dompu. Penggeledahan pertama dilakukan di rumah Fadli pada pukul 10.00 Wita di Desa Kalosi. Polisi menemukan rangkaian-rangkaian elektronik, sisa-sisa bahan peledak urea nitrat, alat-alat untuk membuat bom dan 1 buah pipa casing bom.

Penggeledahan kedua dilakukan di tempat penggilingan kopi sekitar pukul 11.00 wita. Tempat ini merupakan tempat Fahri menyimpan bom. Hasil penggeledahan yakni 4 buah bom pipa aktif.

Penggeledahan ketiga di rumah Syarifudin di Desa Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang disita paku, peta wilayah Kecamatan Alla dan buku-buku jihad. Berdasarkan dari pengembangan kasus tersebut, diamankan Fahri. Fahri dititipi bom oleh Syarifudin dan disimpan di kebunnya di Desa Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Di tempat itu juga telah disita 16 bom pipa dan 16 buah detonator.

Penggeledahan keempat, pukul 14.00 wita dilakukan di kebun milik Syarifudin di Desa Bolang, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Di tempat tersebut disita 2 buah bom pipa seberat masing-masing 7 kg, 1 buah bom pipa seberat 2 kg, 1 karung seberat 25 kg AMFO, 1 kantong AMFO yang sudah dicampur dengan solar dan 50 kg pupuk urea.

(/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads