Sosiolog & Pengamat Perkotaan Hadiri Uji Publik 6 Ruas Jalan Tol

Hari ke-92 Jokowi

Sosiolog & Pengamat Perkotaan Hadiri Uji Publik 6 Ruas Jalan Tol

Ray - detikNews
Selasa, 15 Jan 2013 15:43 WIB
Sosiolog & Pengamat Perkotaan Hadiri Uji Publik 6 Ruas Jalan Tol
Jakarta - Uji publik mengenai enam ruas jalan tol digelar hari ini di Ruang Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jl Merdeka Selatan. Bukan hanya pejabat jajaran teras saja yang turut hadir di dalam pertemuan tersebut, sosiolog UI dan pengamat perkotaan juga turut hadir di dalam pertemuan tersebut.

Acara digelar, Selasa (15/1/2013) sekitar pukul 14.00 WIB. Jokowi yang menggenakan batik coklat lengan panjang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Fajar Panjaitan, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak, Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar) Soeroyo Alimoeso, serta Dirut PT Jakarta Toll Road, Frans Sunito. Sementara dari Pengamat Perkotaan hadir Yayat Supriyatna dan Andrinof Chaniago yang dikenal sebagai Sosiolog dari UI.

Acara dimulai dengan mendengarkan paparan dari Sunito terkait dengan latar belakang enam ruas jalan tol yang akan dibangun, disusul kemudian oleh Wakil Menteri PU Hermanto Dardak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jaringan jalan ini membentuk sistem lingkar di dalam, lingkarannya itu sepanjang 31 meter, radialnya akan dipadukan dengan jalan lingkar yang ada. Ini akan menambah kapasitas di koridor yang paling tinggi kapasitasnya," ujar Sunito.

"Untuk angkutan massal agak berbeda dengan tol lain. Kemudian pintu masuk-keluarnya ada di kaki-kakinya sehingga jalan ini untuk jalan lintas yang menerus," imbuhnya.

Menanggapi paparan Sunito, Dirjen Hubdar Kemenhub Soeroyo Alimoeso mengatakan, bila pemerintah memilih opsi untuk membangun jalan tol tersebut, agar kapasitas angkutan umum turut pula diperhatikan.

"Jadi, agar connect dengan pelayanan angkutan umum karena ini dibangun swasta. Harus sesuai dengan jadwal dan logistik dan angkutan umum harus dapat prioritas, kami berharap ada kerjasama antar wilayah dengan luar Jakarta, apakah dengan Bekasi, Bogor atau yang lainnya," kata Soeroyo.

(ahy/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini