Katulampa Siaga 1, SD di Cililitan Bersiap Hadapi Banjir

Katulampa Siaga 1, SD di Cililitan Bersiap Hadapi Banjir

Andri Haryanto - detikNews
Selasa, 15 Jan 2013 13:35 WIB
Katulampa Siaga 1, SD di Cililitan Bersiap Hadapi Banjir
Bendung Katulampa
Jakarta - Bagi warga SDN 03 Pagi, Jl Ciliwung Ujung, RT 08/16, Cililitan, Jakarta Timur, banjir yang melanda sekolah mereka bukan kali pertama terjadi. Saat mendengar Bendung Katulampa Siaga 1, seluruh penghuni sekolah mau tidak mau siaga menghadapi banjir.

Seperti dituturkan Kepala Sekolah SDN 03 Pagi, Djumiati. Dia menuturkan, saat pihak sekolah mengumunkan kondisi Katulampa seluruh guru dan murid kebingungan.

"Karena guru-guru tinggal di sekitar sekolah, komite di situ juga tinggalnya, tidak panik karena bukan yang pertama terjadi, mereka bingung bagaimana nasib anak-anak sekolah," kata Djumiati, saat dihubungi detikcom, Selasa (15/1/2013).

Lokasi sekolah berada persis di samping aliran Sungai Ciliwung. Sekolah yang berdiri sejak 1986 ini memiliki tujuh ruang kelas, tiga ruangan berada di lantai bawah, sementara sisanya ada di lantai dua.

Sejak diumumkan kondisi ketinggian air di Bendung Katulampa tercatat 200 centimeter, sekolah mempercepat jam belajar bagi murid kelas 1,2 dan 3.

"Mereka pulang 15 menit lebih awal dari jam belajar yang seharusnya habis pukul 10.00 WIB," kata kepala sekolah yang mengaku dua bulan mengabdi di sekolah tersebut.

Sementara untuk kelas 4, 5, dan 6 seluruh murid diminta untuk membantu pihak sekolah mengangkut alat-alat sekolah ke lantai dua.

"Kita siap-siap dengan apa yang akan terjadi, apalagi kondisi air di Katulampa mencapai 200 centimeter," papar Djumiati.

Meski baru menjabat dua bulan di sekolah yang memiliki 334 murid itu, menurut penuturan beberapa guru kepada Djumiati, banjir kerap datang setiap tahun ke sekolah itu. Dampak terparah akibat luapan air Ciliwung terjadi pada 2007 lalu.

"Air sampai ke atap sekolah," tuturnya.

Melihat kondisi itu, jelas Djumiati, tentunya aktivitas belajar-mengajar akan menjadi terganggu.

"Kondisi seperti ini jelas mengganggu, apalagi musim hujan kayak gini bukan suasana jadi tidak tenang, deg-degan terus," ujarnya.

Dia berharap pemerintah Jakarta memberi perhatian terkait dengan kondisi yang dialami pihak sekolah dalam menghadapi banjir rutin yang melanda sekolah tersebut.

(ahy/ndr)


Berita Terkait