Firmus Kudadiri (64) menuturkan, peristiwa tersebut bermula Sabtu (13/1/2013). Luapan air mulai merembes masuk ke dalam kediaman Firmus melalui tembok samping rumahnya.
"Tidak lama kemudian, tembok rumah mulai terlihat retak dan roboh," kata Firmus saat ditemui wartawan di kediamannya di Jl Haji Sulaiman, RT 1/3, Makassar, Jakarta Timur , Selasa (15/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka (TNI AU) menjanjikan Hari Minggu kemarin ditembok, tapi mereka hanya membuat tanggul dari karung tanah," ujar Firmus.
Namun, karena hujan yang di bendungan terlihat semakin tinggi, Firmus khawatir air tersebut akan menggenangi rumahnya. Dia memilih untuk membongkar tanggul karung agar air dapat mengalir dan berakibat menggenangi sebagian rumah warga. Ada 10 rumah warga yang tergenang.
"Warga sempat marah kenapa tanggul karungnya dibuka," tutur Firmus.
Pantauan detikcom, beberapa bocah terlihat asyik mengambil ikan-ikan yang tumpah ke jalanan. Terlihat juga warga yang terkena genangan air membersihkan sampah yang terbawa aliran air.
(/)











































