“Kami menuntut agar larangan itu dicabut oleh Gubernur Sumsel,” ucap Syarif, seorang sopir truk batu bara dari Lahat, kepada detik.com, di lokasi, Selasa (15/01/2013) dinihari.
Mereka mulai berdatangan sejak pukul 00.15 tadi. Ditargetkan mereka akan beraksi hingga pagi, dengan jumlah 3000 truk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Truk-truk pengangkut batu bara yang melakukan aksi berasal dari Lahat dan sekitarnya. Dari Lahat diperkirakan 2.000 truk, dan 1.000 lainnya dari beberapa daerah di Sumsel.
Sebagai informasi, per 1 Januari 2013 lalu, pemprov Sumsel melarang truk pengangkut batubara melintasi jalan umum. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi kemacetan dan kerusakan yang terjadi selama ini. Truk-truk ini diminta melintasi jalan khusus buat mereka yakni Jalan Servo. Tapi para sopir menolak sebab jalan tersebut tidak layak dilalui. Bahkan sebagian badan jalan terendam air selama musim hujan ini.
(tw/rvk)










































