Usai Pengundian Nomor Urut, Terjadi Kericuhan di Kantor NasDem

Usai Pengundian Nomor Urut, Terjadi Kericuhan di Kantor NasDem

Ari Saputra - detikNews
Senin, 14 Jan 2013 18:03 WIB
Usai Pengundian Nomor Urut, Terjadi Kericuhan di Kantor NasDem
Ari/detikcom
Jakarta - Tak lama setelah pengundian nomor urut parpol di Pemilu 2014, terjadi kericuhan di kantor Partai NasDem, Jakarta Pusat. Ratusan pendemo dari Garda Pemuda NasDem (GPN) yang dipecat melempar botol ke arah gerbang kantor partai nomor urut 1 tersebut.

Pantauan detikcom di kantor NasDem, Jl Suroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2013), aksi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Massa Garda Pemuda NasDem berorasi menuntut kejelasan soal pemecatan sejumlah pengurus.

Aksi yang awalnya berlangsung tertib itu berubah menjadi ricuh karena ada seorang pria tak dikenal tiba-tiba mencabut kabel mikrofon orator dari sound system. Terjadi aksi lempar botol ke arah kantor NasDem karena massa menduga pelaku berasal dari dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemparan botol baru berhenti setelah orator demo menenangkan massa. Tak ada yang terluka akibat kejadian ini.

Sementara itu, kantor NasDem terus dijaga belasan aparat kepolisian. Pasukan internal NasDem juga sudah bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan buruk dari aksi demo tersebut. Di dalam gedung, sudah hadir Ketua Majelis Nasional NasDem Surya Paloh dan beberapa petinggi partai.

Kemacetan akibat kericuhan tak terhindarkan. Arus lalu lintas hingga pukul 17.50 WIB terpantau padat sejak Jl Dipenogoro, Jakarta Pusat.

Gejolak internal di NasDem terbuka lebar setelah pengurus GPN yang terdiri dari Saiful Haq, Rizky Aprilia, Jaffray Bittikaka, Endika Wijaya, M. Syukron, Rusdianto, dipecat dari kepengurusan. Melalui surat ini, para pengurus Garda Pemuda NasDem yang dipecat mengaku kecewa telah dipecat tanpa alasan yang jelas.

Mereka kecewa karena tidak diberi kesempatan menyampaikan klarifikasi sebelum resmi dipecat. Mereka menegaskan tak mengganjal Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai NasDem.

(mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini