"Masih terlalu jauh ke sana (terorisme). Karena berbeda karakteristik yang ada. Bila terorisme seperti yang terungkap sebelumnya, pelaku menggunakan bahan peledak dengan pipa sebagai kontainernya," kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2013).
Boy menduga, aksi para pelaku yang memolotov bank di gerai ATM Bank Mandiri di kompleks ruko Bukit Khatulistiwa, Makassar, sekitar Senin (14/1) dini hari, pukul 01.40 Wit, adalah semata perusakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tindak perusakan sama dengan yang terjadi di Bandung dan Yogyakarta, namun pihaknya belum memastikan pelakunya sama.
"Pelakunya belum bisa dipastikan sama, namun ada kemiripan modus dengan yang di Bandung dan Yogya," jelasnya.
Menurut Boy, saat ini Puslabfor Mabes Polri cabang Makassar masih meneliti temuan botol mineral yang diduga menjadi penampungan bensin, yang diduga menjadi bom molotov.
"Kita juga masih pelajari CCTV-nya," jelas Boy.
Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di ATM Mandiri depan kantor pos Jalan Kakatua, Makassar, 19 September 2012 lalu. Pelaku yang berjumlah dua orang tersebut terekam kamera CCTV dan berhasil ditangkap oleh aparat Polsek Mariso beberapa waktu kemudian.
Aksi serupa juga terjadi di ATM BRI di Jl Affandi, Gejayan, Catur Tunggal, Depok, Kabupaten Sleman, 7 Oktober 2011, pukul 02.00 WIB dini hari.
Di Bandung, ATM BNI yang berada di Jl Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat, dimolotov orang tidak dikenal sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, 30 Juni 2011.
(ahy/rmd)










































