Mabes Polri: Aksi Perusakan ATM di Makassar Jauh dari Aksi Terorisme

Mabes Polri: Aksi Perusakan ATM di Makassar Jauh dari Aksi Terorisme

Andri Haryanto - detikNews
Senin, 14 Jan 2013 14:41 WIB
Mabes Polri: Aksi Perusakan ATM di Makassar Jauh dari Aksi Terorisme
Foto: m nur abdurrahman/detikcom
Jakarta - Untuk kesekian kalinya fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank pemerintah dibom. Setelah insiden perusakan dengan sasaran serupa di Bandung dan Yogyakarta, kini kali kedua pelaku bom molotov menyasar gerai ATM di Makassar. Polisi menduga, aksi tersebut masih tergolong pada aksi perusakan, belum masuk kepada aksi kelompok teror.

"Masih terlalu jauh ke sana (terorisme). Karena berbeda karakteristik yang ada. Bila terorisme seperti yang terungkap sebelumnya, pelaku menggunakan bahan peledak dengan pipa sebagai kontainernya," kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2013).

Boy menduga, aksi para pelaku yang memolotov bank di gerai ATM Bank Mandiri di kompleks ruko Bukit Khatulistiwa, Makassar, sekitar Senin (14/1) dini hari, pukul 01.40 Wit, adalah semata perusakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada motif menggambil uang, dia ingin melakukan perusakan ATM saja," papar Boy.

Meski tindak perusakan sama dengan yang terjadi di Bandung dan Yogyakarta, namun pihaknya belum memastikan pelakunya sama.

"Pelakunya belum bisa dipastikan sama, namun ada kemiripan modus dengan yang di Bandung dan Yogya," jelasnya.

Menurut Boy, saat ini Puslabfor Mabes Polri cabang Makassar masih meneliti temuan botol mineral yang diduga menjadi penampungan bensin, yang diduga menjadi bom molotov.

"Kita juga masih pelajari CCTV-nya," jelas Boy.

Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi di ATM Mandiri depan kantor pos Jalan Kakatua, Makassar, 19 September 2012 lalu. Pelaku yang berjumlah dua orang tersebut terekam kamera CCTV dan berhasil ditangkap oleh aparat Polsek Mariso beberapa waktu kemudian.

Aksi serupa juga terjadi di ATM BRI di Jl Affandi, Gejayan, Catur Tunggal, Depok, Kabupaten Sleman, 7 Oktober 2011, pukul 02.00 WIB dini hari.

Di Bandung, ATM BNI yang berada di Jl Dipatiukur, Kota Bandung, Jawa Barat, dimolotov orang tidak dikenal sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, 30 Juni 2011.

(ahy/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini